Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Deteksi Dini Gangguan Autis

oleh: muthy     Pengarang: Dra. Lilik Sriyanti; M.Si.
ª
 
Baru-baru ini autisme menarik perhatian publik, khususnya bagi ibu-ibu yang mempunyai anak kecil. Pertumbuhan anak yang menderita autisme semakin hari semakin meningkat. sebuah riset yang dilakukan di klinik-klinik, rumas sakit, dokter anak menunjukkan peningkatan yang drastis penderita autisme. Tahun 2000, penderita autisme hanya ada sekitar 2-4 anak per 1000 bayi lahir. sedangkan pada tahun 2010 meningkat drastis yaitu 7 anak per 1000 kelahiran.
Gejala autisme bisa diditeksi lebih dini sebelum terlambat, sehingga penangananya tidak terlambat. Gejala autisme sebenarnya sudah bisa dilihat dari kebiasaan dan tingkah laku si anak sejak anak berumur dibawah tiga tahun. biasanya anak yang menderita autisme bisa diamati kebiasaaya yaitu berupa menghindari kontak mata dari orang tua, tidak mau dipeluk, tidak mau dibedong, suka benda yang berputar, dsb. Untuk bisa mendeteksi apakah anak anda mengalami autisme atau tidak, sebaiknya anda mengetahui apa saja gejala-gejala anak autis itu:
1. Gangguan dalam komunikasi verbal atau non verbal
Biasanya anak autis terlambat bicara. Suka menceracau yang tidak dipahami oleh orang lain. Banyak meniru atau membeo (echolalia). Bila menginginkan sesuatu, ia menarik tangan yang terdekat dan mengharapkan tangan tersebut melakukan sesuatu untuknya.
2. Gangguan dalam bidang interaksi sosial
Menghindari kontak mata dengan orang lain. Menolak untuk dipeluk. Bila didekati untuk diajak main, ia malah menjauh.
3. Gangguan dalam bidang perilaku
pada anak autis biasanya terjadi kelebihan perilaku (excessive) dan kekurangan (deficent). Contoh perilaku yang berlebihan adalah: hiperaktif motorik, seperti tidak bisa diam, lari kesana sini tanpa arah, melompat-lompat, memutar-mutar, memukul meja atau pintu. Contoh perilaku kekurangan adalah: duduk diam dengan bengong di kursi dengan tataoan mata kosong, bermain secara monoton. terpaku oleh suatu hal.
4. Gangguan dalam bidang emosi
Kurang ada rasa empati terhadap sekeliling, tertawa sendiri, sering mengamuk tak terkendali.
5. Gangguan dalam persepsi sensorik
Suka menggigit, menjilat, mencium mainan atau benda apa saja, kurang sensitif terhadap rasa, terlalu senstif trhadap tekstur dan suara atau nada tertentu, merasa tidak nyaman bila memakai pakaian bahan kasar, tidak menyukai pelukan.
sudahkah anda mendeteksi anak anda? jika anak anda memiliki sedikitnya empat dari lima ciri tersebut segera bawa anak anda ke psikiater atau dokter anak anda. semoga bermanfaat.

Diterbitkan di: 25 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.