Diagnostic instrument yang akan kita bicarakan adalah apa guna dari diagnostic instrument dalam menentukan suatu penyakit.
Bila kita ke dokter dalam keadaan sakit tetapi dokter belum bisa menentukan penyakit apa yang di indap oleh pasien maka dokter membutuhkan alat bantu berupa alat diagnostic instrument, seperti alat photometer dimana dokter akan meminta sample darah pasien dan urine untuk diperiksa di
laboratorium.
Dengan alat photometer kimia klinik dokter menentukanm parameter apa yang dibutuhkan untuk menganalisa suatu penyakit misalknya untuk test funfgsi ginjal dokter akan menyarankan test Urea,Creatine.
Kalau ada masalah keluhan seperti penyakit lever dokter akan meminta periksa parameter seperti SGOT,SGPT, dll.
Untuk menentukan Konsentrasi parameter tersebut dibutuhkan Reagent yaitu cairan kimia yang dicampur dengan serum pasien, untruk menentukan konsentrasi parameter tersebut dimana setelah dicampur akan terjadi perubahan warna dan dibaca oleh alat photometer sehingga bila nilainya di luar batasa normal dokter akan mengetahui apa penyakit pasien.
Untuk diagnosa Urine di laboratorium digunakan alat
Urine Analyzer dimana alat tersebut membaca perubahan warna dari test strip dalam test strip tersebut ada lapisan seperti kertas yang bila dicelupkan ke urine akan berubah warna, perubahan warna tersebut sesuai dengan konsentrasi dari parameter yang ada di urine seperti : Leokosit,Blood,ph,SG,Keton,Gula dan lain nya.
Bila ada perubahan warna misalnya Blood positif berarti di urine ada darah dan dokter berasumsi ada luka di saluran kemih atau ginjal.
Itulah fungsi Diagnostic instrument untuk analisa penyakit