Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Bahaya nikotin pada rokok

oleh: kurniaps    
ª
 
Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tabacum, Nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintesisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau bahan tambahan (PP RI No.19 Tahun 2003).
Menurut jenisnya, rokok di Indonesia dibedakan menjadi beberapa macam. Perbedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok, proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Salah satu zat yang berbahaya pada rokok adalah nikotin

Nikotin adalah zat, atau bahan senyawa pirolidin yang terdapat dalam Nicotiana tabacum, Nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang bersifat adiktif sehingga dapat mengakibatkan ketergantungan (PP RI No.19 Tahun 2003). Kandungan nikotin bisa mencapai 0,3 sampai 5% dari berat kering tembakau yang berasal dari hasil biosintesis di akar dan diakumulasikan di daun. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru -paru. Nikotin merangsang bangkitnya hormon adrenalin dari anak ginjal yang dapat menyebabkan:
1) Nikotin merangsang pelepasan catecholamine yang bisa meningkatkan denyut jantung.
2) Meningkatkan tekanan darah serta kadar kolesterol dalam darah, yang erat kaitannya dengan terjadinya serangan jantung.
3) Meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Nikotin diterima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian membaginya ke jalur imbalan dan jalur adregenik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasakan rasa nikmat, memicu sistem dopaminergik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Sementara di jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenegik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan serotonin.Meningkatnya serotonin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan untuk mencari rokok lagi
Diterbitkan di: 31 Desember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apakah dampak negatif dari Carbon Monoksida pada rokok ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana hubungan antara rokok dan penyakit diabetes??? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah ada keuntungan merokok ? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.