Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Optalmologi>Apa penyebab mata merah tanpa mengeluarkan kotoran

Apa penyebab mata merah tanpa mengeluarkan kotoran

oleh: MissPermata     Pengarang: sidarta ilyas; sri rahayu yulianti
ª
 
“Mata Merah dengan Penglihatan Normal dan Tidak Kotor atau Sekret”

terkadang seseorang mengunjungi dokter dengan keluhan mata merah, penglihatan masih normal, dan mengatakan tidak adanya sekret yang keluar dari matanya. dimana kelainan madengan keluhan tersebut memiliki beberapa kemungkinan penyakit, diantaranya :
1) Pterigium

Merupakan pertumbuhan vibrovaskular konjungtiva, bersifat degeneratif dan invasif. Terletak pada kelopak bagian nasal ataupun temporal konjungtiva yang meluas ke kornea berbentuk segitiga dengan puncak di bagian sentral/ di daerah kornea. Bila terjadi iritasi mudah meradang, akan berwarna merah dan dapat mengenai kedua mata. Etiologi tidak diketahui dengan pasti namun diduga akibat iritasi kronis akibat debu, cahaya sinar matahari, udara panas. Dapat tidak memberikan keluhan atau memberi keluhan mata iritatif, merah, mungkin menimbulkan astigmat yang memberi keluhan gangguan penglihatan. Pengobatannya dengan konservatif atau pembedahan bila terjadi gangguan penglihatan akibat astigmat. Lindungi mata dengan pterigium dari sinar matahari, debu, udara dengan kacamata pelindung.

2) Pseudopterigium

Merupakan perlekatan konjungtiva dengan kornea yang cacat. Sering ditemukan pada proses ulkus kornea. Pada anamnesis pseudopterigium ada kelainan kornea sebelumnya, seperti ulkus kornea.

3) Pinguekula dan Pinguekula iritans

Merupakan benjolan pada konjungtiva bulbi yang merupakan degenerasi hialin jaringan submukosa konjungtiva yang ditemukan pada orang tua yang matanya sering mendapat rangsang sinar matahari, debu, angin. Letak beracak ini pada celah kelopak mata terutama di bagian nasal. Tidak perlu diberi pengobatan kecuali bila terdapat peradangan dapat diberi antiradang.

4) Hematoma subkonjungtiva

Dapat terjadi pada keadaan dimana pembuluh darah rapuh, trauma langsung, dan trauma tidak langsung. Pada fraktura basis kranii akan terlihat hematoma kaca mata karena berbentuk kaca mata yang berwarna biru pada kedua mata. Tidak perlu pengobatan karena akan diserap dengan spontan dalam waktu 1-3 minggu.

5) Episkleritis

Merupakan reaksi radang jaringan ikat vaskular terletak antara konjungtiva dan permukaan sklera. Mungkin disebabkan reaksi hipersensitivitas terhadap penyakit sistemik seperti tuberkulosis, SLE, dll. Kelainan ini dapat terjadi secara spontan dan idiopatik. Umumnya mengenai 1 mata dan terutama perempuan usia pertengahan dengan penyakit bawaan reumatik. Keluhan : mata kering dengan rasa sakit ringan, mengganjal, konjungtiva kemotik. Gambaran khusus peradangan : benjolan setempat, batas tegas, warna merah ungu di bawah konjungtiva. Bila benjolan ditekan akan memberikan rasa sakit. Pengobatannya vasokontriktor, pada keadaan berat diberi kortikosteroid tetes mata, sistemik/ salisilat. Penyulit : skleritis.

6) Skleritis

Disebabkan kelainan/ penyakit sistemik. Skleritis dibedakan menjadi skleritis anterior difus dan nodular, dan skleritis posterior. Terjadi bilateral. Wanita lebih banyak dibandingkan pria yang timbul pada usia 50-60 tahun. Terdapat perasaan sakit yang berat dan dapat menyebar ke dahi, alis, dan dagu. Kadang mengganggu tidur akibat sakit yang sering kambuh. Mata merah berair, fotofobia, penurunan visus. Konjungtiva kemotik dan sakit. Skleritis tidak mengeluarkan kotoran, terlihat benjolan berwarna sedikit lebih biru jingga. Dapat disertai dengan iritis, siklitis, atau kroiditis anterior. Terdapat peradangan sklera, episklera, dan konjungtiva dengan melebarnya pembuluh besar yang tidak kembali putih dengan pemberian fenilefrin. Pengobatannya antiinflamasi. Penyulit : keratitis perifer, glaukoma, granuloma subretina, uveitis, ablasi retina, atau keratitis sklerotikan. Penyulit pada kornea: keratitis sklerotikan /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} yaitu kekeruhan kornea akibat peradangan sklera terdekat.

sehingga, dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kelainan Mata Merah dengan Penglihatan Normal dan Tidak Kotor atau Sekret merupakan penyakit mata yang penyebabnya bukanlah suatu mikroorganisme, baik bakteri, virus, jamur, atau parasit. hal ini penting untuk diketahui, agar seorang dokter dapat tahu penyebab keluhan tersebut, diagnosis, dan penatalaksanaan yang benar agar prognosis pasien baik.
Diterbitkan di: 08 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.