/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-style-parent:"";
line-heigh t:115%;
font-size:11.0pt;
font-family:" Calibri","sans-serif";
mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman";}
WASPADAI GARAM DAPUR
Ada orang yang tubuhnya sensitif terhadap garam dapur ( salt
sensitive person ). Kelompok orang ini mudah naik tekanan darahnya bila
mengonsumsi garam dapur berlebihan. Dalam garam dapur terkandung natrium
( sodium )
Budaya yang menjadikan lidah manusia menyukai rasa asin melebihi kebutuhan
tubuh.
Itu sebabnya, menu orang modern cenderung berlipat-lipat kandungan garam
dapurnya. Hal itu yang menyebabkan banyak orang sekarang yang tekanan cenderung
meninggi.
Di kabupaten Bogor ditemukan orang pedesaan
"banyak" yang hipertensi gara-gara konsumsi hariannya ikan asin
melulu.
Peran garam dapur dalam meninggikan tekanan darah harsu lebih diwaspadai
daripada menu daging, lemak, atau lainnya. Mengonsumsi daging, lemak, udang,
cumi, tidak langsung seketika menaikkan tekanan darah. Tekanan darah meninggi
bila rutin dan berlebihan mengonsumsi daging merah, lemak, dan kolesterol untuk
waktu lama.
Lemak jenuh dan kolesterol dalam menu harian yang menjadikan pembuluh darah ber-"karat
lemak".
Pembuluh darah yang sudah sakit itu yang kemudian akan meninggikan tekanan
darah.
Tidak demikian halnya dengan mengonsumsi garam dapur, natrium yang
berlebihan sekali konsumsi itu saja sudah bisa langsung meninggikan tekanan
darah seketika.
Tanpa menambahkan konsumsi garam dapur, tubuh sesungguhnya sudah memperoleh
kecukupan natrium dari sayur mayur, buah, dan makanan pokok. Jadi sebetulnya
menu harian tak perlu sampai terasa asin pun sudah dapat mencukupi kebutuhan natrium
tubuh. Namun sekali lagi, budaya yang mengajarkan lidah manusia menuntut garam
melebihi kebutuhan.
Bagi yang berbakat darah tinggi, perlu memilih garam dengan natrium
rendah ( low sodium salt ) yang dijual bebas dipasar.