Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Nutrition>Pertolongan Pertama Saat Anak Mengalami Cedera

Pertolongan Pertama Saat Anak Mengalami Cedera

oleh: HilmiMubah    
ª
 
Di masa pertumbuhan, anak-anak biasanya sangat aktif bergerak dan bermain, yang tak jarang bisa menyebabkan cedera baik di otot maupun sendi. Lantas apa pertolongan pertama pada anak-anak yang mengalami cedera?
Olahraga futsal, outbond dan aktifitas di luar ruangan lainnya memang sangat baik diajarkan pada anak-anak untuk merangsang sistem motorik dan tumbuh kembangnya. Namun, bila tidak hati-hati, kegiatan ini juga dapat menyebabkan anak mengalami cedera.
"Pertolongan pertama ketika anak cedera, singkatnya pertama pastikan dulu masalahnya di mana, apakah yang cedera otot atau sendi," jelas Dr Tinah Tan, B.Med, B AppSc, B Chiro Sc, FICC, chiropractor (dokter tulang belakang) anak dari CityLife Chiropractic, dalam acara Grand Opening Establishment Salonpas Chiropractic Center di Kidzania Pacific Place Mall, Jakarta, Selasa (14/2/2012).
Kalau yang cedera adalah otot, lanjut Dr Tinah, maka pertolongan pertama yang bisa diberikan adalah menggunakan koyo atau juga kompres panas, tapi harus juga dilihat apakah ada luka terbuka atau tidak.
Namun bila yang cedera adalah sendi, maka yang harus dilakukan adalah kompres dingin dengan menggunakan batu es, bukan kompres panas. Hal ini karena es bisa membantu meminimalkan pembengkakan di sekitar cedera dan mengontrol nyeri. Es juga akan membatasi aliran darah sehingga menimbulkan mati rasa yang membantu mengurangi tekanan dalam tubuh dan rasa sakit.
"Sebaiknya tidak diurut. Diurut memang ada enaknya, tapi kalau lagi cedera diurut itu tidak enak. Derajat sakit orang kan beda-beda, sehingga kalau cedera langsung diurut hati-hati, kalau nggak ngerti malah tambah bengkak," tegas Dr Tinah.
Dr Tinah menjelaskan, otot merupakan pertahanan tubuh pertama terhadap cedera, sebelum cedera masuk ke sendi di mana terdapat banyak saraf. Jika anak yang cedera langsung diurut tanpa melihat dulu cederanya, maka yang terjadi biasanya adalah bengkak.
"Kalau sudah bengkak maka tidak bisa diurut lagi," jelasnya.
Sebaiknya sebelum memutuskan untuk mengurut cedera pada anak, kompreslah dulu cedera dengan kompres dingin (es batu). Seharusnya setelah 6 jam dikompres cedera akan berkurang, namun bila tidak maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Diterbitkan di: 14 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.