Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Nutrition>Policosanol ( Polycosanol ) sebagai Penurun Kolesterol Alami

Policosanol ( Polycosanol ) sebagai Penurun Kolesterol Alami

oleh: RedvaKaurvaki    
ª
 
Policosanol atau Polycosanol adalah campuran komponen zat mirip bahan lilin/ malam ( wax ) yang diisolasi dari gula tebu. Policosanol terdiri dari beberapa rantai panjang alkohol lemak seperti octacosanol, hexacosanol dan triacontanol. Suplemen ini telah lulus uji klinis sebagai penurun kadar kolestrol jahat ( LDL ) yang juga dapat meningkatkan kadar kolestrol baik ( HDL ) secara aman dan efektif, dibandinkan obat penurun kolestrol seperti obat satin. Obat satin adalah penurun kolestrol yang diketahui dapat menimbulkan efek samping seperti fatigue ( kelelahan terus menerus ), gangguan fungsi hati ( liver ), kanker, keracunan dan atropi ( pengerutan otot ).

Sebuah riset menunjukkan bahwa policosanol yang bekerja dengan cara menghambat sintesa kolestrol dari liver berhasil menurunkan kadar LDL seseorang lebih dari 20% dan meningkatkan HDL hingga 10%. Policosanol membantu mencegah terjadinya pembentukan lesi ( semacam goresan/ lecet ) pada dinding pembuluh arteri, mencegah penyakit jantung dan berfungsi sebagai anti-coagulants ( pengencer darah ) seperti aspirin. Dalam perbandingan kinerjanya dengan pravastatin -obat penurun kolestrol yang lain, pada sekelompok pasien juga menunjukkan hasil yang menakjubkan. Kelompok pasien yang mengonsumsi policosanol memperlihatkan 19,3% penurunan kolestrol LDL dan 13,9% penurunan total kolestrol, sementara kelompok pasien pravastatin hanya mengalami penurun kolestrol LDL sebesar 11,8% dan penurunan kolestrol total 15,6%. Penelitian tersebut juga memperlihatkan bahwa pasien policosanol telah mengalami peningkatan kolestrol HDL, sedangkan pasien pravastatin tidak. Kelompok policosanol tidak mengalami efek samping apapun, sementara pasien pravastatin menderita gangguan hati. Penelitian lain juga memperlihatkan hasil yang serupa ketika membandingkan policosanol dengan obat- obat satin yang lain.

Untuk pengobatannya, para ahli mengajurkan konsumsi policosanol mulai dari 10 mg per hari dan setiap dua bulan sekali dapat ditingkatkan dosisnya hingga 20 mg atau sampai mencapai level kolestrol yang disarankan dengan dosis maksimal 40 mg/ hari. Sebagian besar orang sering mengkawatirkan pengaruh policosanol dalam meningkatkan tekanan gula dalam darah karena terbuat dari gula tebu, tetapi ternyata hal ini tidak terbukti. Yang perlu kita perhatikan, kita harus memastikan bahwa suplemen policosanol yang kita beli adalah asli dan berasal dari produsen obat- obatan yang mengikuti aturan standar tinggi. Di pasaran memang banyak produk policosanol palsu yang hanya mengandung octacosanol saja atau menggunakan malam lebah, bukan malam tebu. Alasan produsen obat menggunakan malam lebah atau ocatacosanol adalah karena harganya yang lebih murah. Harga policosanol yang asli biasanya 20 kali lebih mahal dari octacosanol. Kualitas dan kasiat keduanya pun jauh berbeda.

Diterbitkan di: 15 April, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Dimana bisa mendapatkan polycosanol Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.