Kita Perlu Lemak Lemak tidak membuat gemuk, justru karbohidrat buruk menyimpan lemak berlebih
dari gula, untuk melenyapkan lemak perlu mengkonsumsi lemak lain secara tepat, lemak memberikan rasa kenyang bukan kegemukan. Asam lemak esensial tak jenuh ( DHA, EPA dalam omega-3 ) mengandung 9 kalori per gram ( dibandingkan karbohidrat 4 kalori per gram ), namun tubuh menggunakannya untuk fungsi struktural ( pembuatan dinding sel ), hormonal, fungsi hantaran listrik, dan bukan untuk menghasilkan tenaga. Konsumsi asam lemak esensial tak jenuh dosis tinggi, meningkatkan metabolisme, sehingga pembakaran meningkat, dengan hasil penurunan berat badan ( lemak yang mengusir lemak lain yang tidak sehat ).
Faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung kardiovaskular adalah konsumsi gula, lemak tak baik, racikan makanan ( food additive ), dan trans-fat. Kolestrol rendah justru meningkatkan kasus kanker, penurunan kolestrol dengan obat tanpa mengubah gaya hidup dan pola makan menurunkan transport vitamin E dan karoten sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas.
Semua minyak dari tumbuhan tidak mengandung kolestrol, tetapi cara pembuatan dan cara konsumsi dapat menjadi malapetaka, karena asam lemak rantai panjang tak jenuh kelihatannya baik, namun diproses tidak alami, sehingga menjadi berbahaya, seperti minyak jagung dan minyak tumbuhan lainnya, melalui proses hidrogenasi ( menjadi seperti margarine ) terbentuklah trans-fat yang membentuk plak pada dinding pembuluh darah. Margarine tidak cocok untuk dipanaskan ( menggoreng, membakar ), karena ikatan asam lemak tak jenuhnya rusak oleh panas, cahaya dan oksigen, sehingga terbentuk karsinogen penyebab kanker. Minyak tumbuhan tidak layak untuk menggoreng, karena proses pembuatannya merusak kualitasnya, dengan bland tasting, refined, deodorized, dan colorless oils dengan pemanasan diatas 150 derajad celcius.