Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW saat mengatakan rahasia sehat dari penduduk Madinah, yaitu tidak akan makan sebelum lapar.
Apabila makan, akan berhenti sebelum kenyang. Hanya makan yang halal dan baik. Makan untuk bertaqwa,bukan untuk selera.
Penelitian di Jepang membuktikan, orang yang makan terlalu cepat hingga merasa kekenyangan cenderung tiga kali lipat lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan.
Untuk penelitian tersebut, para ahli melakukan tes terhadap 1.122 laki-laki dan 2.165 perempuan dari usia 30-69 yang mengisi pertanyaan mengenai kebiasaan pola makan yang mereka lakukan. Terungkap sekitar 50,9% laki-laki dan 58,4% perempuan mengatakan, mereka makan sampai kenyang. Sementara 45,6% laki2 dan 36% perempuan mengatakan mereka makan dengan cepat.
Mereka yang mengatakan makan dengan cepat hingga merasa kekenyangan, memiliki ukuran body mass index (BMI) dan asupan
energi yang lebih tinggi. Mereka juga cenderung tiga kali lipat berisiko mengalami kelebian berat badan dibandingkan yang makan tidak sampai kekenyangan dan tidak makan cepat-cepat.
Mungkin ini ada hubungannya dengan nasehat orang tua sewaktu kecil, yaitu kunyahlah makanan sebanyak jumlah gigi kita (sekitar 32 kali). Selain itu makanan yang telah dikunyah dapat membantu kerja usus sehingga perut tidak begah atau terasa kekenyangan yang sangat.
Tetapi ada sekelompok masyarakat yang beranggapan bahwa orang yang makannya lambat menandakan orang tersebut lambat dalam bekerja dan sebaliknya orang yang makannya cepat menandakan orang tersebut gesit dalam bekerja. Apakah anggapan ini benar adanya ? Rupanya perlu ada penelitian tentang hal ini.