PERADANGAN TERSAMAR DAN KEGEMUKAN ( OBESITAS )
Cara tubuh
mengatasi peradangan adalah dengan: pertama, membentuk hormon
eicosanoid buruk (
pro-peradangan ) yang menyebabkan sel-sel tentara radang menuju target peradangan, menghancurkan mikroba dan jarigan rusak, sehingga terjadi penumpukan cairan berlebih di area radang, sehingga membengkak dan timbul rasa nyeri. Tubuh juga membentuk
hormon eicosanoid baik (
anti-
peradangan ) yang berfungsi perbaikan dan peremajaan. Bila
eicosanoid baik dan buruk berimbang maka manusia sembuh kembali, dan bila tidak, maka terjadi peradangan menahun.
Kedua, melalui sel-sel kekebalan tubuh (
sel mast ) yang selalu berjaga terhadap penyusup asing. Bila ada penyusup,
sel mast melepaskan
histamin sebagai tanda melakukan serangan, maka timbul reaksi alergi dan keluar
hormon eicosanoid buruk, selanjutnya seperti proses pertama.
Ketiga, melalui kelenjar anak ginjal (
adrenal ) dengan mengeluarkan hormon
kortisol. Dalam kondisi
stress sel yang disebabkan oleh produksi berlebih
eicosanoid buruk, bila
kortisol dikeluarkan terus karena peradangan terus menerus bahkan menahun, akan menekan kepekaan hormon insulin, maka manusia akan semakin gemuk, sel saraf rusak,dan daya tahan turun.
Peradangan tersamar dan kegemukan disebabkan oleh asupan karbohidrat berlebih, sehingga gula berlebih, dan insulin meningkat, insulin menyimpan gula dalam otot dan hati, bila otot dan hati penuh, maka ditumpuk jadi lemak. Lemak dilingkar perut menarik
asam arakidonat ( bahan
eicosaniod buruk ) sehingga terjadi peradangan sel-sel lemak diseluruh tubuh.
Peradangan tersamar juga disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin c dan asam amino, bila vitamin c dan asam amino kurang, dinding pembuluh darah ringkih, maka dibentuk lipoprotein a ( bagian LDL) sebagai pelindung, sehingga makin lama makin tebal dan menjadi plak, plak menyebabkan penyempitan pembuluh darah diseluruh tubuh sebagai awal hipertensi, serangan jantung koroner dan stroke.