Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Neurologi>Efek Samping Obat Psikotropik Penderita Gangguan Jiwa

Efek Samping Obat Psikotropik Penderita Gangguan Jiwa

oleh: shifwa     Pengarang: Nurul A; dr
ª
 
  • jenis Obat Yang Sering Dipergunakan :
  • 1.CPZ (Chlorpromazine) : Anti psikosis
    • Indikasi :
        1. Penanganan gangguan psikotik seperti skizofrenia, fase mania pada gangguan bipolar ( sampai lithium kerja lambat menimbulkan efek), psikosis reaksi singkat, dan gangguan skizoafektif.
        2. Ansietas dan agitasi.
        3. Cegukan yang sulit diatasi.
        4. Porfiria intermitten akut.
        5. Anak hiperaktif yang menunjukkan aktivitas motorik berlebihan.
        6. Masalah perilaku berat pada anak, dikaitkan dengan perilaku hipereksitasi atau menyerang.
        7. Mual dan muntah berat.

    • Efek samping :

      a. SSP :sedasi, sakit kepala, kejang, insomnia, pusing, eksaserbasi gejala psikotik, gejala ekstrapramidal (pseudoparkinsonisme, akatisia, akinisia, distonia, krisis okulogirik).

      b. Kardiovaskuler: hipotensi ortostatik, hipertensi, tachycardia, bradichardia, henti jantung, perubahan EKG, aritmia, edeme pulmoner.

      c. Kulit : ruam kulit, urtikaria, ptechie, seborhea, fotosensitivitas, eksema, eritima.

      d. Endokrin : galaktorea, ginomastia (pada pria), perubahan libido, impotensi, hiperglikemia atau hipoglikemia, amenorhea, ejakulasi retrogad.

      e. Gastrointestinal: mulut kering, mual, muntah, peningkatan selera makan dan berat badan, anoreksia, dispepsia, konstipasi, diare, ikterus, polidipsia, ileus paralitik.

      2. Haloperidol

      Indikasi :

        1. Penatalaksanaan psikosis kronik dan akut.
        2. Pengendalian tik dan pengucapan vokal pada gangguan tourette.
        3. Penanganan gejala dementia pada lansia.
        4. Pengendalian hiperaktivitas dan masalah perilaku berat pada anak-anak.


    Efek samping :

    a. SSP : sedasi, sakit kepala, kejang, insomnia, pusing, gejala psikotik memburuk, gejala ekstrapiramidal, diskinesia tardif, keletihan, edema serebral, ataksia, penglihatan kabur, sindrom maligna neuroleptik, kegelisahan, ansietas, depresi, hipertermia atau hiportermia, hiperpireksia, stroke karena panas, konfusi.

    b. Kardiovaskular : hipotensi, hipotensi ortostatik, hipertensi, tachicardia, bradicardia, henti jantung, perubahan EKG, aritmia, edema paru, kolaps sirkulasi.

    c. Kulit : ruam kulit, urtikaria, petekia, seborea, fotosensitivitas, ekzema, eritema, hiperpigmentasi.

    d. Gastrointestinal : mulut kering, mual, muntah, peningkatan selera makan dan berat badan.

    3. THD ( Trihaexyphenidyl)

    Indikasi :

    a. Semua bentuk parkinsonisme (terapi penunjang).

    b. Gejala ekstra piramidal ( kecuali diskinesia tardif) berkaitan dengan obat- obat anti psikotik.

    Kerja :

    a. Bekerja mengoreksi ketidakseimbangan defisiensi dopamin dan kelebihan asetilkolin dalm korpus striatum.

    b. Reseptor asetilkolin disekat pada sinaps untuk mengurangi efek kolinergik berlebih.


    Efek samping :

    1. SSP : mengantuk, pusing, penglihatan kabur, disorientasi, konvulsi, hilang memori.
    2. Kardiovaskuler: hipotensi ortostatik, hipotensi, takikardia, palpitasi.
    3. Gastrointestinal: mulut kering, mual, muntah, distress epigastrik, konstipasi.
    4. Genito urinaria : retensi urin, hesistansi urin, disuria, kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi.
  • 4. Diazepam

    Indikasi :

    a. Gangguan ansietas.

    b. Gejala ansietas (efektifitas dalam periode lebih dari 4 bulan belum dievaluasi).

    c. Gejala putus alkohol akut.

    d. Spasme otot skelet.

    Kerja obat :

    a. Mendepresi tingkat subkortikal sistem saraf pusat, terutama pada sistem limbik, dan formasi retikular.

    b. Dapat meningkatkan efek inhibitor kuat GABA di otak sehingga membuat efek sedasi.

    c. Seluruh tingkat depresi SSP dapat terpengaruh, dari sedasi ringan, hipnosis, sampai koma.

    Efek samping:

    a. SSP : mengantuk, keletihan, ataksia, pusing, konfusi, sakit kepala, sinkop.

    b. Kardiovaskuler: bradikardia, hipotensi, syok, kolaps.

    c. Kulit : ruam, dermatitis, gatal, nyeri pada tempat injeksi.

    d. Gastrointestinal : mulut kering, mual, muntah, diare, konstipasi, anoreksia, peningkatan atau penurunan berat badan.

    Diterbitkan di: 15 Nopember, 2011   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    SSP itu singkatan dari apa ?? Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana mekanisme cpz dalam terapi cegukan/hiccup..... Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    efek paling fatal cpz ( 1 Jawaban ) Lihat semua
    1. Jawaban  :    efek paling fatal dari cpz adalah tortikolis, dman leher bisa memutar sampai ke arah belakang sehingga dapat mengakibatkan tulangbelakang leher. kasus ini biasanya di temukan pada pasien dengan pengguanaan cpz hing dose tanpa evaluasi medic yang tepat 19 Februari 2013
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    teman saya saat ini sedang mengalami depresi setelah di bawa ke psikiater dokter bilang bahwa teman saya sakit sindrom ansietas.apa penyakit tersebut bisa sembuh dan apa obatnya dan bagaimana caranya? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
    1. Jawaban  :    teman anda dapat sembuh, baikny selain penggunaan obat teman anda sebaiknya diberikan terapi rohani/relaxing. obat yang dapat digunakan perlu kontrol dan evaluasi dokter psikiatri ,so sebaiknya konsultasikan dengan dokter psikiatri anda 19 Februari 2013
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .