Sepintas tidak kelihatan bermasalah dengan uang tersebut namun lebih karena caranya dalam mendapatkan uang tersebut. Seorang wanita berkewarganegaraan Singapura berumur 29 tahun dinyatakan meninggal pada tanggal 23 maret 2007. Rumah sakit Universitas Nasional Singapura(NUS) mencatatnya meninggal pada pukul 08:00 malam waktu setempat. Nona May Leong mengalami kejang-kejang dan sesak napas sekitar pukul 07:00 malam waktu setempat setelah 8 jam berkutat di depan laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya di dalam apartemennya sendiri di Clementi, salah satu wilayah distrik di Singapura.
Nona Leong mendapatkan kontrak dari agen pengontrak kerja untuk menjadi pegawai kontrak di sebuah perusahaan multi nasional selama 6 bulan dengan 3 bulan komitmen. Di sana ia mendapatkan jabatan sebagai manajer pendukung(
support manager) di sebuah perusahaan yang tidak di sebutkan namanya. Untuk pekerjaan ini, Nona Leong di gaji S$ 2,600 per bulan.
Leong sendiri hanya hidup berdua dengan ibunya, Lim Mui Mui berumur 54 tahun. Ibunya bekerja sebagai pembungkus di supermarket. Sementara ayahnya telah lama meninggalkan mereka sejak Leong masih muda.
Dugaan Leong meninggal karena serangan jantung mendadak akibat
deep vein thrombosis(penggumpalan darah). Sehari sebelum ia meninggal, ia telah di peringati lalui e-mail oleh biro agen pengontrak kerja bahwa salah seorang karyawan kontrak di perusahaan serupa dengan jabatan sama telah meninggal akibat serangan jantung mendadak. Karyawan tersebut meninggalkan seorang dan anak. dia sebenarnya sudah di sarankan untuk meninggalkan pekerjaan atau untuk beristirahat.
Menurut orang tua maupun teman-teman, kesehatan nona Leong ini menurun drastis sejak 2 minggu sebelumnya. Ia terjatuh di lobby perusahaannya. Pekerjaannya sebagai support manajer sebenarnya bukanlah terlalu sulit namun volume pekerjaan yang harus di selesaikannya "super" padat membuatnya tidak memiliki waktu istirahat yang cukup.
Hampir setiap hari ia di hadapkan dengan hampir 500 pesan elektronik yang di kirim oleh pelanggan perusahaan yang meminta balasan status pesanan mereka yang datang dari luar maupun dalam negeri. Ia bekerja nonstop selama 8 jam sehari di depan komputer dan termasuk akhir pekan(libur) demi selesainya pekerjaan.
Ia menyebutnya dalam blog, bahwa pekerjaan menjadi lebih menarik ketika akhir bulan tiba karena volume pekerjaan yang melonjak berkali-kali lipat. Permintaan untuk pengecekan dan pendataan sisa-sisa pesanan pelanggan yang di perkirakan mencapai 500 item. Namun ia sendiri juga khawatir dengan kesehatannya dengan menulis di dalam blognya bahwa Vitamin M(oney)/uang tidak dapat mengembalikan kesehatannya. Ia setiap hari bangun jam 03:30 pagi dan berangkat ke kantor jam 04:30 pagi.
(bersambung ke II)