Sebuah penelitian yang dilakukan oleh BMC Neurologi baru-baru ini memaparkan tentang kemungkinan seseorang untuk menderita penyakit Parkinson apabila terpapar oleh pestisida. Hasil penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa responden yang terpapar oleh pestisida 1.6 kali lebih beresiko untuk dapat menderita Parkinson.
Parkinson adalah sindrom neurologis yang dapat mengurangi kemampuan motorik seseorang, penyebab utama penyakit ini belum dapat ditemukan. Namun beberapa peneliti menduga adanya hubungan genetik yang melandasi penyakit tersebut. Gejala yang mudah dikenali dari para penderita parkinson adalah :
1. muka topeng (tidak dapat berekspresi)
2. tremor
3. parkinson gait ( cara berjalan yang sangat khas, yaitu langkah pendek dan cepat)
4. kemapuan berbicara yang semakin menurun.
Korelasi antara paparan pestisida dan penyakit Parkinson didapat oleh tim peneliti yang berasal dari Duke University, Miami University dan Udall Parkinson Diesase Research Center for Excellence. Mereka mengambil 319 sample pasien Parkinson untuk diinterview mengenai latar belakang dan gaya hidup masing-masing sebelum dinyatakan menderita Parkinson.Dari hasil tersebut lalu dibandingkan dengan 200 orang anggota keluarga pasien yang tidak mengidap Parkinson. Lalu para responden yang setiap harinya berhubungan dengan pestisida dianalisis. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa responden yang terpapar pestisida mempunyai resiko 1.6 kali untuk menderita Parkinson, sedangkan responden yang terpapar pestisida lebih dari 200 hari per tahun mendapat resiko 2 kali untuk mengidap Parkinson.
Hasil penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa kontributor terbesar yang dapat menyebabkan seseorang terkena Parkinson adalah pestisida jenis herbisida dan insektisida.
Abstrak lain tentang www.kompas.co.id