Di kalangan medis, ekstrak herbal ginkgo biloba
sudah dikenal sejak lama merupakan ramuan yang mampu meningkatkan daya ingat
dan fungsi mental lainnya, terutama pada penderita demensia atau
kepikunan. Herbal ini biasanya dipasarkan dalam bentuk suplemen
yang dapat diminum setiap hari. ¨Salah satu masalah kesehatan yang paling
mendesak yang dihadapi masyarakat kami adalah meningkatnya jumlah pasien - yang
karena kesendiriannya - berada pada risiko tinggi mengidap demensia.
Potensi untuk menunda atau mencegah gangguan ini adalah hal yang sangat
penting,¨ ungkap pimpinan peneliti Dr. Hiroko H Dodge, dari Universitas Negeri
Oregon di Corvalis. Hiroko Dodge beserta timnya menggelar riset
melibatkan 118 orang berusia 85 tahun ke atas yang tidak mengalami
masalah ingatan. Setengah dari partisipan ini diberi ekstrak herbal
ginkgo dlam bentuk pil tiga kali sehari dan setengah lainnya meminum pil
plasebo.
Selama penelitian, tercatat 21 partisipan mengalami masalah daya ingat dengan
tingkat ringan. Ke-21 orang ini 14 di antaranya yang mengonsumsi plasebo
dan 7 yang mengonsumsi ekstrak ginkgo. Meskipun ada kecenderungan bahwa
manfaat ginkgo dirasakan para partisipan, namun perbedaan dari mereka yang
mengonsumsi ginkgo atau plasebo secara statistik perbedaannya tidak terlalu
signifikan. Namun ketika peneliti memperhitungkan apakah partisipan
mengikuti petunjuk cara mengonsumsi pil, terungkap bahwa mereka yang
benar-benar mematuhi petunjuk tercatat 68 persen berisiko lebih rendah
mengalami gangguan ingatan ringan dibandingkan mereka yang mengonsumsi plasebo.
Risiko stroke
Satu hal yang menjadi catatan penting, kata
peneliti, dari riset ini juga ada indikasi peningkatan risiko stroke di
antara kelompok yang mengonsumsi ginkgo. Kejadian stroke terjadi pada
tujuh partisipan yang meminum pil ginkgo, sedangkan di kelompok plasebo tidak
ada partisipan mengalami stroke.¨Gingkgo pernah dilaporkan dapat menyebabkan
komplikasi yang berkaitan dengan pendarahan. Namun stroke pada kasus ini
terjadi akibat pembekuan darah, bukannya pendarahan yang parah, dan secara umum
tidaklah parah,¨ catat Dodge. Penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk
menentukan apakah ginkgo memiliki manfaat dalam mencegah penurunan fungsi
kognitif berikut keamanannya bagi kesehatan,¨ tandas
Dodge.