Cara Mendeteksi Kanker
Summary ratings: 3 stars
(xx voters)
Kunjungan:
33
kata:
600
Diterbitkan di: April 14, 2008
Seperti dilaporkan Xinhua Minggu (13/4),
peneliti menemukan bahwa kerusakan pada sel-sel yang melapisi mulut ternyata
juga dapat memprediksi atau meramalkan adanya kerusakan yang sama pada
paru-paru yang menjadi penyebab timbulnya kanker paru di kalangan perokok.
Berdasarkan mekanisme ini, pemeriksaan jaringan mulut akan mengukur perubahan
molekul yang menyebabkan kanker paru-paru sehingga dapat menyelamatkan pasien
yang berisiko terserang kanker paru sekaligus menghindarkan mereka dari
prosedur tak nyaman yang digunakan saat ini.Suatu saat nanti, peneliti berharap
akan hadir prosedur pemeriksaan dengan menyeka mulut perokok guna meramalkan
atau mendeteksi kanker paru-paru, sehingga menghindari biopsi berbahaya dan
menyakitkan pada paru-paru. Bahkan kata Dr. Li Mao, ahli dalam penyakit kanker
kepala, tengkuk dan paru-paru di M.D. Anderson Cancer Center, University of
Texas di Houston, proses ini juga mungkin mengarah kepada pemeriksaan
yang akan mendeteksi jenis kanker lain. "Studi kami membuka pintu bagi
peningkatan kemampuan untuk meramalkan siapa yang memiliki kemungkinan lebih
besar terserang kanker yang berkaitan dengan tembakau. Bukan hanya kanker
paru-paru, tapi juga kanker pankreas, kandung kemih dan kepala serta tengkuk,
yang juga berkaitan dengan penggunaan tembakau," terang Mao. Merokok adalah penyebab utama kanker
paru tapi hanya sekitar 10 persen perokok terserang penyakit tersebut.
Penyakit itu biasanya jarang menunjukkan gejala hingga kemudian
berkembang, yang berarti pasien jarang didiagnosa atau dirawat hingga mereka
sangat terlambat untuk diobati. Tim yang dipimpin Mao ingin menemukan cara
untuk memantau pasien yang menggunakan sejenis obat --"COX-2 inhibitor
celecoxib", yang dijual dengan nama "Celebrex"-- dengan harapan
dapat mencegah kanker paru-paru. Mereka meneliti dua gen yang dikenal
mampu mencegah perkembangan kanker yakni p16 dan FHIT. Pada pertemuan
"American Association for Center Research" di San
Diego, para peneliti menyatakan mereka mencari
kerusakan khusus pada kedua gen tersebut dalam sampel paru-paru dan mulut dari
125 orang perokok.
Mao dan timnya mengkaji jaringan oral yang melapisi paru-paru - disebut
"epithelium"-- pada 125 perokok kronis yang dilibatkan dalam
penelitian. Status dua gen penting yang menekan kanker ini dianalisis. Gen p16
dan FHIT diketahui rusak atau ditekan sangat dini dalam proses perkembangan
kanker. Para perokok diambil sampel jaringan mulut dan
paru-parunya pada awal penelitian dan selang tiga bulan kemudian. Para
peneliti menganalisis apakah p16, FHIT, atau keduanya telah ditekan melalui
proses yang disebut metilasi. Pola metilasi dari kedua jenis gen itu lalu
dibandingkan di antara kedua jaringan. Perbandingan jaringan dasar menunjukkan
bahwa metilasi gen p16 di dalam paru-paru terlihat di antara 23 persen
partisipan, metilasi gen FHIT telihat pada 17 persen partisipan sedangkan
metilasi kedua jenis gen terdapat pada 35 persen partisipan (perokok).
Persentase hampir serupa juga tampak pada mulut, di mana metilasi p16 terdapat
pada 19 persen, FHIT pada 15 persen, dan metilasi keduanya pada 31 persen.