Diet Beresiko Kanker Payudara dan Indung Telur
Summary rating: 2 stars
1 Tinjauan
Kunjungan:
44
kata:
600
Diterbitkan di: April 10, 2008
Hasil penemuan tersebut dipublikasi dalam majalah
kedokteran ''The International Journal of Cancer'' yang mengaitkan antara peran
pola makan bagi resiko terkena kanker pada kaum hawa. Asupan dengan kandungan
alkohol tinggi secara konsisten memiliki kaitan dengan resiko tinggi kanker,
namun apabila dikaitkan dengan pola makan lainnya maka ditemukan sejumlah hasil
yang dapat berbeda satu sama lainnya," kata Dr. Valeria Edefonti dari
University of Milan. Dari sejumlah
penelitian dikatakan bahwa wanita yang mengkonsumsi daging merah atau aneka
produk olahan daging akan memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara, namun
penelitian lainnya menemukan sebaliknya tak ada kaitan antara daging merah dan
aneka daging yang telah diproses dengan penyakit kanker. Lemak jenuh yang
ditemukan sebagian besar pada makanan kandungan protein hewani dikatakan
memiliki kaitan erat dengan kanker payudara namun disejumlah penelitian lainnya
hasilnya bertentangan sama sekali.
Sementara sebagian peneliti lainnya menganjurkan
pola makan yang merupakan kombinasi dari pertimbangan gizi dengan apa yang
disukai masing-masing individu. Dalam penelitiannya Edefonti dan rekan rekannya
mengkases ke pola makan 3.600 wanita yang menderita kanker payudara dan indung
telur dan membandingkannya dengan 3.413 wanita yang sehat. Berdasarkan pada
jawaban maka peneliti menemukan empat kelompok pola makan. Kelompok satu
kelompok penganut pola ''protein hewani'', yaitu mengkonsumsi daging merah dalam
jumlah banyak, lemak jenuh, zink, kalsium serta sejumlah tertentu makan bergizi
lainnya. Kelompok kedua adalah kelompok yang memilki pola makan kaya akan
"vitamin dan serat", yang kaya akan vitamin C, beta carotene dan gizi
lainnya yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayur-sayuran.
Kelompok dengan pola makan "lemak tak
jenuh" yang berisi kandungan tinggi dari minyak sayur dan minyak ikan
selain itu juga vitamin E. Sementara kelompok terakhir adalah kelompok dengan
pola makan yang kandungan karbohidrat tinggi protein nabati dan sodfium. Dari
keseluruhannya peneliti menemukan kelompok yang mengkonsumsi atau memiliki pola
makan kaya akan vitamin dan kaya akan serat adalah kelompok dengan resiko
kanker indung telur yang paling rendah dibandingkan dengan kelompok dengan pola
makan nya rendah vitamin dan rendah serat. kelompok wanita yang menganut pola
makan "lemak tak jenuh" memiliki resiko paling rendah terhadap kanker
payudara sementara yang mengkonsumsi makanan dengan karbohidrat tinggi memiliki
resiko terkena kedua jenis kanker tersebut. Dalam sarannya umumnya para dokter
menyarankan agar kita mengurangi makan daging merah makanan mengandung lemak
jenuh dan perbanyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan, keluarga gandum dan
padi-padian, serta mengkonsumsi lemak tak jenuh.