Seperti dilaporkan surat kabar The Star Jumat
(4/4), Martin Wiseman dari World Cancer Research Fund (WCRF), memperingatkan
konsumen akan ancaman penyakit
kanker bila terlalu sering mengonsumsi makanan
nan lezat ini. Ia juga mengingatkan konsumen untuk mewaspadai bacon
dan menyatakan bahwa dengan hanya mengonsumsi 50 gram makanan daging
olahan setiap
hari dapat meningkatkan risiko mengidap kanker hingga 20 persen.
Hampir setahun lalu, Wiseman juga menyuarakan
peringatan yang sama akan bahaya terlalu sering mengonsumsi daging olahan ini
termasuk
di dalamnya ham, pastrami, salami dan hot dog. Makanan daging olahan
memang dibuat dari daging atau ikan yang telah dicincang kemudian dihaluskan,
diberi bumbu dan zat pengawet. Ada
yang kemudian diasap, dimasukkan dalam selonsong berbentuk bulat panjang
simetris, baik yang terbuat dari
usus hewan maupun pembungkus buatan (casing).
Wiseman menambahkan, laporan yang dirilis pihaknya mungkin bukan hal yang baru,
tetapi yang justru ironis adalah hampir dua pertiga masyarakat khususnya di
Inggris tidak sadar atau waspada akan isu ini.¨Kami sekarang lebih yakin dari
sebelumnya bahwa memakan daging olahahan dapat meningkatkan risiko mengidap
kanker usus," ujarnya.
Daging merah, termasuk di dalamnya sapi, babi, domba, sejauh ini dikaitkan
dengan kanker usus. Meskipun demikian para ahli merekomendasikan bahwa
daging merah boleh dikonsumsi secara moderat (kurang dari 500g per hari)
selama mengandung nutrisi yang sangat penting.
"Banyak hasil penelitian ilmiah yang
menemukan bahwa kanker usus lebih sering ditemukan pada orang yang sering
mengonsumsi daging merah dan produk daging olahan," ungkap Sara Hiom,
direktur informasi kesehatan Cancer Research di Inggris:
Sementara itu David Spiegelhalter, seorang Professor Public Understanding of
Risk dari Cambridge University, berpendapat satu di antara 18 pria
memiliki kemungkinan mengalami kanker usus, sedangkan wanita satu di antara
20. Hitungan tersebut, menurut David Spiegelhalter adalah
risiko seumur hidup.
Nilai
gizi Sosis merupakan produk polahan daging yang
mempunyai nilai gizi tinggi. Komposisi gizi sosis berbeda-beda, tergantung pada
jenis daging yang digunakan dan proses pengolahannya. Produk olahan sosis kaya
energi, dan dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat. Selain itu, sosis juga
memiliki kandungan kolesterol dan sodium yang cukup tinggi, sehingga berpotensi
menimbulkan penyakit jantung, stroke, dan hipertensi jika dikonsumsi
berlebihan. Ketentuan mutu sosis berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI
01-3820-1995) adalah: kadar air maksimal 67 persen, abu maksimal 3 persen,
protein minimal 13 persen, lemak maksimal 25 persen, serta karbohidrat maksimal
8 persen. Kenyataannya, banyak sosis di pasaran yang memiliki komposisi gizi
jauh di bawah standar yang telah ditetapkan. Hal tersebut menunjukkan pemakaian
jumlah daging kurang atau penggunaan bahan tidak sesuai komposisi standar
sosis.
Abstrak lain tentang Sosis Dapat Menyebabkan Kanker