Brainwave Langsingkan Tubuh
Summary ratings: 3 stars
(xx voters)
Kunjungan:
25
kata:
600
Diterbitkan di: April 07, 2008
Teknologi brainwave dalam hal ini bisa
membantu mengurangi kelebihan gajih di tubuh Anda. Selain tak enak dipandang,
kegemukan atau obesitas dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan.
Orang kerapkali mengeluh sulit sekali menurunkan berat, sementara menaikkan
berat kok bisa begitu cepat. Padahal, banyak cara yang bisa dilakukan agar
langsing meski tidak semuanya bisa diterapkan dengan aman.
Citra diri yang gemuk biasanya akan tertancap
dalam pada diri orang yang mengalami kegemukan. Akibatnya, orang menjadi makin
sulit untuk melepaskan dari keadaan ini. “Kadang sebulan turun dua kilogram,
tetapi tiga bulan berikutnya naik lagi tiga kg. Saya sulit sekali
mempertahankan gaya hidup sehat
sesuai anjuran dokter, seperti mengonsumsi makanan gizi seimbang, rutin
berolahraga, ataupun menjalani detoksifikasi secara periodik,” ujar Wahyuni
(33), karyawati USAID, Jakarta,
ketika dimintai pendapat soal program pelangsingannya. Sebenarnya, kata Yudi
Sujana, dari Sound Technology, Bandung,
semua program diet yang dilakukan secara konsisten bisa menurunkan berat badan
secara ideal. Persoalannya, orang obesitas tak bisa konsisten melakukan program
dietnya. Sebetulnya, dari informasi yang bisa mudah didapat mereka tahu persis
jenis makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi dan tidak. Mereka juga tahu porsi
olahraga yang baik untuk menunjang penurunan berat badan. Bila boleh disamakan,
sama halnya dengan perokok, yang sudah tahu bahayanya, tetapi tak mau berhenti
merokok.
Lalu, apa yang menghambatnya? Menurut praktisi
kesehatan yang menggunakan media audio ini, hal yang menghambat adalah hati
orang itu sendiri. “Apa yang ada di hati Anda lebih menentukan perilaku Anda
dibanding dengan apa yang ada di kepala Anda,” ujar Yudi. Ketika kepala atau pikiran
ingin langsing tetapi hati atau perasaan suka mengonsumsi makanan berlemak
serta malas berolahraga, perasaan Anda yang menang. Karena itu, Anda akan terus
mengonsumsi makanan berlemak dan tak mau berolahraga. Menurut Yudi, hambatan
mental itu berupa resistensi, perasaan negatif, atau rasa tidak suka terhadap
olahraga dan diet. Akibatnya, Anda susah diet dan berolahraga.Bagaimana
memperbaikinya? “Caranya dengan menyelaraskan antara pikiran dan hati atau
perasaan Anda. Ketika pikiran dan perasaan selaras atau mempunyai tujuan yang
sama, Anda akan diet dan berolahraga secara konsisten,” katanya.
Gelombang Alfa
Para ahli telah mengetahui
otak kita memiliki empat kategori gelombang otak atau yang dikenal dengan
brainwave. Saat kita berpikir keras, kondisi otak dinamakan gelombang beta.
Dalam kondisi ini hati atau perasaan tak banyak berperan. Kedua, gelombang
alfa, yaitu ketika otak dan hati berkolaborasi atau bekerja sama. Ketiga,
gelombang theta, yaitu ketika tak berpikir, tetapi masih tetap sadar. Kondisi
ini biasanya terjadi saat melakukan meditasi. Keempat, gelombang delta, yaitu
kondisi saat tidur. Lebih jauh, kata Yudi, program diet untuk melangsingkan
badan akan efektif tercapai ketika tertanam di dalam hati atau ketika otak
berada di gelombang alfa. Ada
banyak cara masuk ke dalam kondisi alfa. Sebut saja lewat indra penciuman,
salah satu caranya dengan terapi aroma. Atau dengan indra perasa, dipijat di
daerah otak. “Cara paling mudah melalui indra pendengaran. Lewat teknologi
audio brainwave,” ujar Yudi. “Selama puluhan tahun teknologi ini sudah
dikembangkan di negara-negara maju. Di Indonesia, saya bersama Sound
Technologies, salah satu yang ikut mengembangkan teknologi ini. Melalui indra
pendengaran, otak dirangsang dengan suara berfrekuensi rendah, sehingga
otomatis otak akan masuk ke gelombang Alfa. Saat itulah niat langsing dengan
program diet ditanamkan,” ungkapnya.
Sound Technology
Jl. Cilandak II No. 34
Jakarta
Selatan
TELP. 7812491, 93103202