Halaman Utama Shvoong > Kedokteran & Kesehatan > Kedokteran > Ngorok Indikasikan Stroke dan Jantung

.

Ngorok Indikasikan Stroke dan Jantung

Summary rating: 3 stars 2 Tinjauan
Pengarang : Teguh Vedder
Ringkasan oleh : tedifa
Kunjungan: 43
kata: 600
Diterbitkan di: Maret 12, 2008


Bila Anda termasuk orang yang sering tidur dengan
suara dengkuran atau ngorok sebaiknya waspada. Bukan tidak mungkin, kebiasaan
itu menjadi pertanda bahwa Anda berisiko tinggi mengidap jantung dan stroke.
Mendengkur atau mengeluarkan suara getar saat tidur lelap memang sejak
lama dicurigai para ahli berkaitan dengan gangguan kesehatan.  Kini,
indikasi tersebut diperkuat oleh hasil sebuah riset di Hongaria yang mengaitkan
kebiasaan mendengkur dengan penyakit jantung dan stroke
Riset yang melibatkan lebih dari 12 ribu pasien dan dipublikasikan dalam Journal
Sleep itu menyimpulkan bahwa pendengkur berat memiliki kecenderungan
yang signifikan mengalami serangan jantung atau stroke dibanding mereka yang
tak mendengkur.
Temuan ini menurut peneliti semakin memperkuat teori sebelumnya tentang
hubungaan antara mendengkur dengan penyakit kardiovaskuler. Mendengkur
sebenarnya gejala yang dapat dialami siapa saja pada berbagai tahap usia. 
Namun kebiasaan ini tercatat lebih banyak ditemukan pada sekitar 40 persen pria
dewas adan 24 persen wanita dewasa. 
Suara mendengkur adalah akibat  terhalangnya aliran udara yang melalui
saluran  yang terletak di bagian belakang rongga mulut dan hidung. Pada
saat otot di langit-langit dan uvula (bagian dari langit-langit yang membentang
dari bagian atas hingga pangkal lidah) dalam keadaan rileks , mereka dapat
bergetar yang menghasilkan suara yang saat pendengkur bernafas.  

Selama bertahun-tahun , para ahli selalu
mewaspadai akan adanya korelasi  kuat antara mendengkur dengan berbagai
jenis penyakit pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti jantung atau
stroke.Riset yang dilakukan para ahli Hongaria ini memberi bukti yang
memperkuat dugaan ini.  Dalam risetnya, para ahli mewawancarai sekitar 12
ribu orang pasien untuk mengumpulkan data seputar kebiasaan mendengkur. 
Setelah dianalisa, terungkap bahwa ´pendengkur berat´  memiliki
kecenderungan 34 persen lebih besar mengalami serangan jantung dan 67 persen
risiko lebih besar  mengalami stroke. Peneliti mengatakan, kasus
mendengkur dengan suara keras disertai nafas yang terhenti dapat digunakan
untuk mengidentikasi risiko seseorang akan penyakit jantung dan stroke. Data
menunjukkan bahwa pasien yang dengkurannya tidak nyaring  justru tidak
mengalami peningkatan risiko.  Kabar baiknya lagi, khususnya bagi pria,
kecenderungan untuk mendengkur juga menurun setelah mereka melewati usia 70
tahun.        

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.