Latihan Aerobik Hindarkan Anda dari Stroke
Summary rating: 2 stars
2 Tinjauan
Kunjungan:
145
kata:
600
Diterbitkan di: Maret 12, 2008
Manfaat dari aktivitas fisik atau olahraga secara
teratur memang tak perlu diragukan lagi. Apapun jenisnya, selama itu
cocok dan diminati, olahraga yang dilakukan secara teratur akan membuat Anda
terhindar dari berbagai macam penyakit. Satu lagi penelitian
membuktikan bahwa olahraga sangat penting bagi seseorang bila ingin tetap bugar
dan terhindar dari penyakit. Sebuah riset yang dipresentasikan dalam
Konferensi Stroke Internasional 2008 yang digagas Asosiasi Stroke Amerika
Serikat belum lama ini menyatakan, latihan aerobik dengan intensitas sedang
secara signifikan dapat menekan risiko pria atau wanita dari kemungkinan
menderita stroke.¨Kebugaran memang memiliki dampak protektif terlepas dari ada
atau tidak adanya faktor risiko stroke, termasuk sejarah penyakit kardovaskuler
dalam keluarga, diabetes, tekanan darah tinggi, naiknya kadar kolesterol
dan tingginya indeks massa tubuh,¨ ujar Steven Hooker, Ph.D, pimpinan riset dan
direktur Prevention Research Center University of South Carolina Arnold School
of Public Health, Columbia, Sout Carolina. Hooker menambahkan, riset yang
dilakukan timnya adalah yang pertama mengindikasikan adanya hubungan signifikan
dan independen antara latihan aerobik (cardiorespiratory fitness/CRF)
dengan stroke fatal dan nonfatal pada pria dan wanita.
Untuk membuktikan teorinya, Hooker dan rekannya
melakukan riset jangka panjang dengan cara menganalisis data kesehatan dari 60
ribu orang dewasa (46.405 pria dan 15.282 wanita). Mereka yang dilibatkan
adalah yang berpartisipasi dalam Aerobics Center Longitudinal Study antara 1970
hingga 2001 di Cooper Aerobics Center, Dallas.
Para partisipan, yang berusia 18 hingga 100 tahun, tercatat bebas dari penyakit
jantung dan pembuluh darah pada awal penelitian. Mereka kemudian dipantau
perkembangannya selama rata-rata 18 tahun. Di akhir penelitian tercatat,
863 orang - 692 pria dan 171 wanita- mengalami stroke.
Pada awal penelitian, setiap partisipan harus menjalani tes untuk
mengukur CRF dengan cara melakukan latihan treadmill. Kecepatan treadmill
lalu ditambah hingga partisipan mencapai kapasitas aerobik maksimal.Setelah
menganalisis data penelitian, Hooker dan timnya menyimpulkan bahwa pria yang
mencapai top quartile CRF (25 persen tingkat aerobik) memiliki
penurunan risiko stroke sebesar 40 persen dibandingkan pria yang mencapai
tingkat aerobik terendah.Di antara wanita, mereka yang mencatat tingkat aerobik
tertinggi memiliki penurunan risiko hingga 43 persen mengalami stroke ketimbang
yang mencapai tingkat aerobik terendah.
Secara umum, risiko mengalami stroke pada intinya menurun pada tingkat CRF
sedang, dengan efek protektif yang terus hadir dan hampir tak berubah hingga
tingkat kebugaran yang lebih tinggi. Tingkat aerobik sedang dapat
diaktualisasikan dengan berjalan cepat selama 30 menit lebih atau aktivitas
aerobik selama lima hari dalam
sepekan.