Halaman Utama Shvoong > Kedokteran & Kesehatan > Vaksinasi dengan Tato?

.

Vaksinasi dengan Tato?

Pengarang : Teguh Vedder
Ringkasan oleh : tedifa
Kunjungan : 73  kata: 600   Diterbitkan di: Februari 21, 2008
Bagi
sebagian kalangan, tato adalah sebuah bentuk karya seni yang telah
menjadi bagian dari lifestyle.  Tetapi selain
seni, tato juga ternyata memiliki potensi untuk  dijadikan metode
alternatif pengobatan atau terapi. Sebagai
bukti, para ahli di Jerman belum lama ini mengindikasikan bahwa
metode jarum tato dapat menjadi teknik baru yang efektif dalam
pemberian vaksin ke dalam tubuh manusia. Seperti dilaporkan BBC, Kamis
(7/2), para ahli mengungkapkan bahwa efektivitas pemberian vaksin
melalui metode tato telah teruji melalui sebuah eksperimen terhadap tikus
di laboratorium.  Menurut mereka,  metode tato terbukti lebih
efektif  dalam  merangsang respon sistem imunitas atau kekebalan
tubuh. Metode tato, kata peneliti, juga dapat menjadi cara baru yang
efektif untuk menyuntikan vaksin terapeutik kepada tubuh manusia,
termasuk vaksin beberapa jenis kanker. Sebelumnya,  sejumlah
jenis vaksin selalu gagal dalam merangsang respon kekebalan tubuh
yang diharapkan ketika dimasukkan dalam tubuh lewat metode injeksi
atau penyuntikan. 

Jarum getar
Tato sendiri sebenarnya telah dikenal sebagai budaya manusia sejak
ribuan tahun lalu.  Kurang lebih 100 tahun lalu, praktik tato menjadi
lebih akrab dan mudah menyebar sejak ditemukannya mesin tato elektrik di
Amerika Serikat.  Instrumen atau alat dasarnya kini masih banyak
digunakan untuk membuat tato. Para ahli
di Jerman mengemukakan bahwa jarum yang bergetar sangat
cepat dalam pembuatan tato diyakini telah memberikan
manfaat saat mengalirkan vaksin di bawah kulit. Dalam percobaan pada
tikus,  memberikan vaksin dengan metode tato terbukti dapat
menghasilkan antibodi yang berjumlah 16 kali lebih banyak
ketimbang injeksi sederhana ke jaringan otot. Kadar atau
jumlah antibodi sendiri mengindikasikan kekuatan
dalam sistem kekebalan tubuh. Dr Martin Mueller, salah satu ahli di
belakang penelitian ini mengatakan, luasnya luka dalam tubuh yang disebabkan
jarum tato dapat menjelaskan respon kekebalan tubuh yang lebih baik .
Para ahli juga menekankan bahwa jarum tato tidak
akan pernah cocok untuk digunakan dalam pemberian vaksin yang bersifat
preventif atau pencegahan, seperti cacar air pada anak-anak karena rasa
sakitnya terlalu berat. Namun begitu teknik ini akan
memberi alternatif  lebih baik bagi vaksinasi rutin pada binatang.

 

Abstrak lain tentang Vaksinasi dengan Tato?
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------