Kelak, tikus putih atau marmut mungkin tak lagi
diperlukan sebagai
kelinci percobaan. Para ilmuwan dari
Institut Politeknik Rensselaer dan Universitas California,
Berkeley, AS
telah mengembangkan
papan kaca khusus yang sering disebut
biochip sebagai penggantinya.
Ada dua biochip yang dikembangkan
untuk bersama-sama menirukan respon tubuh terhadap zat-zat kimia. Papan pertama
yang disebut MetaChip memiliki rangkaian
ceruk berisi enzim hati manusia. Papan
lainnya yang diberi nama DataChip berisi rangkaian ceruk sejenis yang dapat
diisi kultur sel sesuai kebutuhan, bisa sel darah, jantung, paru-paru, kulit,
atau ginjal.
Kombinasi kedua papan meniru struktur organ tubuh
manusia. Jadi, sejumlah ceruk
di biochip dapat dipakai untuk mengukur pengaruh
bahan-bahan kimia terhadap jaringan tubuh tanpa harus mencobanya pada
hewan secara langsung. "Pada saatnya, Anda hanya membutuhkan lebih sedikit hewan
untuk pengujian," ujar Jonathan Dordick dari Ranssaelar yang akan
mengomersialkan alat tersebut melalui Solidus Biosciences, perusahaan
yang didirikannya. Ia yakin alat tersebut akan membantu perusahaan-perusahaan
kosmetika - khususnya di Eropa - yang dilarang menggunakan hewan sebagai
kelinci percobaan mulai Maret 2009. Pengujian dengan kulit buatan dan simulasi
komputer sebenarnya juga bisa menjadi alternatif, namun percobaan in vitro,
di dalam laboratorium, pada biochip lebih menjanjikan karena memberikan respon
nyata secara langsung.
Abstrak lain tentang Papan untuk Gantikan Kelinci Percobaan