Nyeri Tungkai Akibat Asam Urat
Summary rating: 2 stars
2 Tinjauan
Kunjungan:
113
kata:
600
Diterbitkan di: Februari 15, 2008
Seorang bapak berusia 48 tahun sering mengeluh nyeri
pada kakinya sejak 3 tahun terakhir ini. Nyerinya hilang timbul. Bila ia minum
obat atau jamu rematik, nyerinya hilang. Namun, setelah 1-2 bulan, kumat lagi. Sejak
sebulan terakhir, ia mengeluh nyeri dan bengkak pada pangkal jempol kaki.
Terasa nyeri hebat, terutama malam hari dan bila jalan pagi. Mula-mula di kaki
kiri, lalu nyeri dan bengkak di jempol kanan. Keluhan ini mulai terasa sehabis
pesta keluarga. Saat itu ia banyak makan daging dan minum segelas bir. Ia
mencoba minum jamu rematik, tetapi hanya berkurang sedikit. Bahkan, sakitnya
sekarang menjalar ke pergelangan kaki dan di bawah lutut. Hal ini membuat ia
takut, sehingga akhirnya berobat ke dokter. Oleh dokter, ia dianjurkan
memeriksakan diri ke laboratorium, ternyata asam uratnya tinggi (9mg%). Ia
dianjurkan beristirahat, tidak boleh olahraga selama 1 minggu, diberi obat
antinyeri/antirematik dan colchicin. Ia disarankan mengurangi makan daging, sea
food, jeroan, ragi-ragian, bayam, kembang kol, bir, serta menurunkan berat
badan. Seinggu kemudian ia kembali ke dokter, keluhannya sudah sangat berkurang
dan oleh dokter ditambahkan obat allopurinol untuk menurunkan asam uratnya. Saat
ini ia sudah mampu olahraga jalan pagi tanpa keluhan dan berat badannya sudah
banyak berkurang. Ia sudah sadar untuk tidak kelebihan makan dan menjalani pola
hidup sehat. Penyakit gout terutama menyerang persendian, biasanya dimulai pada
satu sendi. Yang tersering ialah pangkal jempol kaki (sendi
metatarsophalangeal). Kaki menjadi bengkak karena menumpuknya kristal asam urat
dalam cairan sendi, sehingga membentuk benjolan yang disebut tophi.
Penyakit ini cenderung menahun dengan periode tanpa gejala dan periode
kekambuhan mendadak (eksaserbasi akut). Nyerinya timbul mendadak terutama di
malam hari atau ketika melakukan olahraga di pagi hari. Lebih sering terjadi
pada orang gemuk sehabis makan banyak yang tinggi purin seperti daging, jeroan,
ragi, atau minum bir. Pada pemeriksaan laboratorium darah, penderita sering
mengalami kenaikan kadar asam urat darah. Ini disebabkan overproduksi asam urat
dan atau ekskresi asam urat melalui urin menurun. Hal ini bisa disebabkan
faktor keturunan (genetik), tetapi bisa juga oleh penggunaan obat-obatan tertentu
(thiazide, aspirin), penyakit ginjal kronis, multiple myeloma, psoriasis, dan
hypothyroid.
Penyakit ini sering kambuh dan faktor pencetusnya
sering tidak jelas. Mungkin faktor makanan tinggi purin, mungkin juga akibat
adanya peradangan kronis dari organ lain. Perlu diingat, asam urat merupakan
antioksidan terkuat yang diproduksi oleh tubuh manusia bila ada peradangan.
Karena itu, bila rematik gout kambuh, jangan segera menurunkan asam urat dengan
allopurinol. Ini dapat mengakibatkan nyerinya bertambah hebat. Untuk mengobati
rematik gout ini nyerinya dapat diatasi dengan obat analgesik antiinflamasi
ditambah colchicin. Bila nyeri sudah mereda dan kadar asam urat tinggi dapat
diberi allopurinol. Selanjutnya penting diupayakan pencegahan (prevention tips)
berupa kurangi berat badan bila kegemukan, diet rendah purin, olahraga moderat,
minum air yang cukup, obati bila ada peradangan dalam tubuh seperti karies
gigi, sinusitis, radang tenggorok, gastritis, dan radang ginjal. Jagalah kadar
trigliserida, kolesterol, dan asam urat tetap normal.