Halaman Utama Shvoong > Kedokteran & Kesehatan > Kedokteran > Satu Miliar Orang Meninggal Akibat Rokok Pada Abad 21

.

Satu Miliar Orang Meninggal Akibat Rokok Pada Abad 21

Pengarang : Teguh Vedder
Ringkasan oleh : tedifa
Kunjungan: 80
kata: 600
Diterbitkan di: Februari 13, 2008
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah
laporannya, Kamis (7/2),  memperkirakan sekitar 1 miliar orang di
seluruh dunia akan meninggal akibat rokok pada abad 21  jika pemerintah
dan warga sipil tidak segera bertindak mengatasi epidemik penggunaan
tembakau. “Seratus juta kematian tercatat
akibat tembakau pada abad ke 20 lalu.  Jika tren ini terus berlanjut,
akan ada kenaikan hingga satu miliar kematian pada abad ke-21. Bila
tidak dikendalikan, kematian yang berkaitan dengan tembakau akan meningkat
lebih dari delapan juta per tahunnya pada 2030, dan 80 persen
dari kematian  tersebut akan terjadi di negara-negara berkembang,”
ungkap laporan yang disampaikan  Director General WHO, Margaret
Chan, dalam jumpa pers bersama dengan Walikota New
York, Michael Bloomberg. 

Angka tersebut merupakan hasil sebuah studi
yang mengungkapkan data-data penting penggunaan serta kontrol
tembakau di negera-negara yang mewakili lebih dari  99 persen
populasi dunia.  Riset juga merekomendasikan perlunya penerapan
enam strategi  berlapis untuk memerangi epidemik
tersebut. Enam strategi ini adalah memantau penggunaan tembakau
dan kebijakan pencegahannya, melindungi masyarakat dari rokok, menawarkan
bantuan untuk berhenti menggunakan tembakau, memperingati akan bahaya
tembakau, menerapkan larangan bagi promosi dan iklan produk
tembakau, serta menaikkan pajak produk tembakau .“Selagi upaya
memerangi tembakau mendapatkan momentumnya, secara virtual seluruh  negara
harus lebih berperan. Ada enam
strategi yang dapat diterapkan setiap negara dan ketika dikombinasikan
menjadi seuatu paket,  maka semua itu akan memberi kita
kesempatan terbaik untuk membalikkan epidemik yang berkembang
ini,” ungkap Chan. Laporan WHO juga mencatat bahwa penggunaan
tembakau telah berkembang dengan sangat cepat di negara-negara
berpendapatan rendah. Dengan pertumbuhan populasi tetap, negara-negara
ini  menjadi sasaran industri tembakau, sehingga jutaan orang setiap
tahunnya menjadi pecandu. Dikatakan pula dalam laporan itu,  hampir
dua pertiga dari perokok di dunia tinggal di 10 negara : yakni China
( 30 persen), India
(10 persen), Indonesia,
Rusia, Amerika Serikat, Jepang, Brazil,
Bangladesh,
Jerman dan Turki. Laporan itu juga mencatat, hanya lima persen
dari populasi dunia terlidung oleh undang-undang nasional anti-rokok
yang komprehensif. Sedangkan setengah populasi lainnya  — dua pertiganya
hidup di negara berkembang — bahkan tidak memiliki data minimal
tentang penggunaan tembakau. 

“Di banyak negara, penggunan tembakau lebih tinggi di
antara warga miskin daripada yang kaya.  Dan yang miskin
lebih menderita akibat konsekuensi penyakit yang berkaitan
dengan tembakau sehingga menimbulkan penderitaan secara ekonomi  dan mengabadikan siklus
kemelaratan dan penyakit,” kata laporan itu .Menurut data, oenggunaan
tembakau saat ini telah menyebabkan dunia mengeluarkan biaya ratusan
miliar dolar AS setiap tahunnya. Di negara AS
sendiri, kerugian ekonominya diperkirakan mencapai sekitar  92
milar dolar AS per tahun. 

 
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie
  • HooNanz

.