Sudah lama orang mencari ”obat kuat” buat otak.
Belakangan di kalangan ilmu penyakit tua (Geriatrics) bermunculan temuan bahwa
otak bisa dipelihara potensinya dengan mengonsumsi beberapa jenis zat
berkhasiat alami, maupun obat kimiawi. Seperti apakah? Kemampuan mengingat
merupakan salah satu
fungsi otak. Namun, lupa
dan lupa bisa berarti dua.
Mungkin cuma jenis lupa yang jamak pada usia lanjut (forgetfullness), atau bisa
jadi betul sebuah kepikunan. Normalnya, supaya tetap bugar, otak membutuhkan
dua hal:
aliran darah yang senantiasa lancar mengirimkan oksigen dan zat gizi.
Untuk itu darah sendiri harus sehat, sel-selnya normal, dan cairan darahnya
tidak mengental (tak beragregasi). Kita tahu, aliran darah otak dipengaruhi
juga oleh kekuatan jantung memompa darah,
selain masih utuhnya pipa pembuluh
darah otak. Menu harian bagus saja tanpa tekanan darah ke otak yang cukup, atau
bila pipa pembuluh otak sudah tersumbat, tetap saja membuat otak
kekurangan pasokan makan. Dalam hitungan menit, kekurangan pasokan oksigen ke otak membuat
jaringan otak rusak dan mati, sehingga fungsi otak terganggu dan tidak lagi
optimal.
Kita sudah kenal hampir seratus jenis kimiawi
neurotransmitter untuk sekian banyak fungsi otak. Kekurangan salah satu kimiawi
penghubung antarsel otak ini berakibat fungsi otak terganggu. Setiap bagian
fungsi otak diperankan oleh satu kimiawi vital ini.
Temuan baru-baru ini ihwal proses jatuh cinta pun, misalnya, kedapatan
dipengaruhi oleh nuerotransmitter jenis dopamine. Ini sama dengan proses
munculnya gangguan jiwa jenis obsesif-kompulsif (National Geographic, edisi
Feberuari 2006).
Tahun 2000, ketika pemetaan otak (Human Brain
Mapping) berhasil dibaca, ditemukan ada bagian otak (claustrum) yang diyakini
sebagai pusat seks laki-laki (Brain G-Spot). Setiap kali laki-laki terangsang
seks, claustrum otaknya jadi aktif, dan aliran darah ke sana
meningkat. Temuan itu menjanjikan bakal terciptanya obat (kimiawi) yang mampu
memicu bagian otak itu untuk bergiat, dan seks laki-laki lalu jadi bisa on
terus. Otak juga memerlukan pasokan zat gizi yang lengkap, khususnya zat besi,
trace element selenium, selain grup vitamin B, dan omega-3 (DHA). Anemia
kekurangan zat besi bisa menurunkan ketajaman kognitif, selain bisa terjadi
gangguan mood, kecemasan, rasa letih berlebihan bila otak kekurangan mineral
selenium.
Dari sekian temuan tentang makanan yang
diperlukan otak, ternyata lebih sepuluh zat vital yang kedapatan sangat
berperan, di antaranya phosphatidylserine yang selain meningkatkan fungsi
kognitif, rasa sejahtera dan tampilan perilaku normal pun dibangkitkan. Dengan
zat itu ketajaman mental meningkat. Khasiat yang sama juga diperoleh dari zat vinpocetine
(dari kecambah tanaman voaconga) yang banyak digunakan untuk kepikunan usia
lanjut, yang kerjanya meningkatkan aliran darah ke otak, selain memperbaiki
transpor gula ke sel otak. Lalu, ditemukan pula ginkgosides A-D dari daun
ginkgobiloba yang berkhasiat meningkatkan aliran darah otak, selain memperbaiki
impuls saraf otak.
Abstrak lain tentang Viagra untuk Otak