Telah lama tersiar dugaan bahwa faktor genetika
dan lingkungan memainkan peran dalam penyakit lupus, yang membuat sistem
kekebalan secara keliru menyerang
orang lain
di dalam tubuh manusia. Beberapa
peneliti di AS dan Skandinavia sekarang telah menjelaskan sebagian penyebab
penyakit
tersebut melalui empat studi yang disiarkan dalam jurnal Nature
Genetics dan New England Journal of Medicine. Bulan lalu, satu carian
gen yang
disebut TNFSF4, yang juga berada pada Chromosome1, digambarkan oleh banyak
peneliti sebagai pendorong resiko lupus. Dalam studi saat ini, mereka telah
mengidentifikasi enam lagi varian gen yang mendorong resiko berkembangnya
lupus dari 25 jadi 200 persen.
Secara terpisah atau bersama-sama, keenam gen
tersebut memainkan peran dalam jalur molekul "systematic lupus
erythematosus (SLE)". Keenam gen itu adalah ITGAM, yang berada di
Chromosome 16; BLK, di Chromosome 8; KIAA1542, di Chromosome 11; rs10798268, di
Chromosome 1; PXK, di Chromosome 3; dan BANK1, di Chromosome 4. Dalam studi
tersebut, sebanyak 10.000 orang diperiksa dan 13 gen berbeda terlibat. Para
peneliti memeriksa DNA lebih dari 6.700 perempuan, termasuk orang yang
menderita lupus, keluarga mereka, dan orang yang tak memiliki hubungan tanpa
bukti penyakit itu.
Perempuan menghadapi resiko lebih besar untuk
terserang penyakit tersebut, dan seringkali didiagnosis selama tahun-tahun
mereka memiliki anak, demikian hasil studi tersebut. Orang yang diidentifikasi
beresiko dapat disarankan agar membuat pilihan gaya
hidup yang menghindari tersulutnya penyimpangan, dan insinyur farmasi
ditawarkan sasaran genetika untuk menggunakan obat yang menghalangi atau meredakan
proses penyakit itu, kata para peneliti tersebut. Para
ilmuwan menyarankan langkah berikutnya ialah memikirkan apa sebenarnya yang
dilakukan gen itu dan apakah sesuatu di lingkungan hidup, seperti virus atau
polutan, menghidup-matikannya.
Abstrak lain tentang Ditemukan Gen Pemicu Lupus