Operasi atau
bedah plastik kini marak dilakukan
untuk memperindah
dan memperbaiki beberapa bagian tubuh
tertentu terutama bagian wajah. Masyarakat semakin
mengenal bedah plastik untuk memperbaiki kelopak mata atas dan bawah serta
alis, membentuk pipi, dagu, dan hidung, face lift, neck lift,
membuang tato, tummy tuck, liposuction atau sedot lemak,
hingga memperbesar maupun mengecilkan payudara.
Peringatan akan besarnya risiko dari bedah plastik ditegaskan
para ahli kesehatan belum lama ini. Mereka pun menekankan
bahwa bedah plastik seharusnya hanya diperuntukkan bagi orang-orang
yang berbadan sehat. Direktur Bedah
Plastik pada University
of Texas Southwestern
Medical Center,
Dr. Rod Rohrich, seperti dikutip kantor berita Xinhua, Sabtu (12/1), mengatakan
bedah plastik memiliki risiko yang sama besar dengan bedah-bedah lainnya. Seiring
dengan makin tingginya jumlah orang yang ingin melakukan bedah plastik,
khususnya
di Amerika Serikat,
para pakar kesehatan berupaya memberikan edukasi
yang tepat tentang bedah plastik kepada masyarakat. "Bedah plastik
hanya dapat dilakukan bagi para pasien yang sehat. Jika mereka tidak sehat,
maka jangan sekali-kali memaksakan diri menjalani bedah plastik," tegasnya
lagi.
Menurut data American Society of Plastic Surgeons, sebanyak 11 juta orang
menjalani bedah plastik pada 2006, atau meningkat 48 persen dibanding tahun
2000.
Sebuah studi yang dipublikasikan baru-baru ini oleh jurnal Plastic and
Reconstructive Surgery mengungkapkan bahwa komplikasi serius terjadi dalam
satu di antara 298 kasus, dan kematian terjadi dari satu di antara 51.459
kasus. Dr Rohrich mengatakan, gencarnya pemberitaan media yang memfokuskan
kepada kehidupan para selebritis dan tayangan reality shows di televisi menjadi
penyebab utama meningkatnya popularitas bedah plastik. Riset yang
dipublikasikan oleh jurnal Plastic and Reconstructive Surgery
pada Juli 2007 lalu itu juga mengungkapkan, penayangan reality
shows di televisi dapat mempengaruhi orang secara
langsung dalam mengambil keputusan menjalani
Operasi plastik.
Abstrak lain tentang Jangan Sepelekan Risiko Operasi Plastik