Agar
sehat, masyarakat butuh dua hal: pemerintah yang bijak
dan tertib berpola
hidup sehat. Untuk memahami pola hidup sehat, orang
tak perlu menjadi dokter. Wawasan
sehat diperoleh dari membaca, mendengar, dan menyaksikan uraian kesehatan.
Berikut ini beberapa di antaranya :
1. Kebersihan Pribadi
Bahkan di negara maju pun soal mencuci tangan yang benar masih perlu ditata
ulang. Mengapa? Karena dari cuci tangan yang tidak benar berpotensi melahirkan
banyak masalah kesehatan. Tanpa membasuh tangan dengan benar, kita menjadi
sakit yang sebetulnya tak perlu terjadi. Dengan cara itu serangan flu jenis apa
saja serta ancaman semua penyakit saluran pernapasan maupun pencernaan bisa
digagalkan. Ongkos menyembuhkan flu atau mencret memang tak seberapa, tetapi
aktivitas harian kita jadi terganggu. Itupun kalau tak sampai komplikasi ke
paru-paru, sinusitis, congek, atau dehidrasi, sehingga harus masuk rumah sakit.
Tak ada ampun bila SARS dan flu burung yang menyerang.
2. Cukup
Tidur Kebutuhan tidur rata-rata sekitar 7-8 jam. Bukan kuantitas semata, lebih
mengejar kualitas tidur. Susah tidur atau tak bisa tidur
merupakan bagian dari sejumlah penyakit. Bisa sebab penyakit fisik, lebih
sering sebab penyakit jiwa. Namun, karena aktivitas pekerjaan atau mengabdi
pada hiburan dan kepuasan diri (begadang nonton TV), orang cenderung menjadi
kurang tidur.
3. Makan Tiga Kali Sehari
Kesehatan kita ditentukan oleh apa yang kita makan juga. Bukan saja
frekuensi, kecukupan
tubuh akan semua zat gizi perlu terpenuhi porsinya.
Semakin bervariasi menu harian, semakin memadai kecukupan zat gizi. Tubuh
membutuhkan sekitar 40-an jenis zat gizi. Sebagian bersifat esensial atau tak
bisa disediakan oleh tubuh, melainkan harus berasal dari makanan.
4. Sarapan Seperti Menu Pangeran
Betul. Sarapan mestinya lebih lengkap dari sekadar mengisi perut belaka.
Mengapa? Tubuh membutuhkan kelengkapan zat gizi agar kerja mesin tubuh seharian
berlangsung optimal. Kekurangan protein, mineral, dan zat gizi esensial yang
tubuh butuhkan dari sarapan, tak tergantikan oleh makan siang dan makan malam
kalau sarapan seadanya.
5. Menjaga Berat Badan Ideal
Berat badan dipertahankan agar senantiasa ideal. Parameter kelebihan atau
kekurangan makan dilihat dari naik-turunnya berat badan. Untuk mengetahui berat
badan ideal dapat dihitung dengan formula Body Mass Index. BMI = berat
badan (Kg) dibagi tinggi badan (M). Indeksnya berkisar 22-25. Lebih dari 25
dinilai gemuk, dan kurang dari 20 dinilai kurus.
6. Bergerak Badan Teratur
Tidak perlu berolahraga khusus, cukup bergerak badan. Jalan kaki masih
tergolong yang terbaik. Bukan jalan kaki santai, melainkan tergopoh-gopoh (brisk
walking), dengan laju 100 meter/menit atau 6 km/jam, selama 40-50 menit,
5-6 kali seminggu. Atau kalau mau dihitung nilai aerobiknya, diukur dari denyut
nadi. Dinilai cukup bila tercapai nilai 60-80 persen dari (220 – umur), dengan
memperhatikan kondisi, dan ada tidaknya penyakit (jantung, diabetes).
7. Tidak Merokok
Asap rokok tergolong karsinogenik kuat. Orang modern berisiko kena kanker
dari asap rokok dan menu mewah. Tidak ada cara mengurangi risiko terkena kanker
dari rokok kecuali berhenti merokok. Tidak juga dengan memilih rokok jenis mild. sehat, masyarakat butuh dua hal: pemerintah yang bijak dan tertib berpola hidup
sehat. Untuk memahami pola hidup sehat, orang tak perlu menjadi dokter. Wawasan
sehat diperoleh dari membaca, mendengar, dan menyaksikan uraian kesehatan.
Berikut ini beberapa di antaranya.
Abstrak lain tentang Tujuh Gaya Hidup Mencegah Sakit