Selama lebih dari lima tahun lalu, para peneliti menyatakan bahwa ada
hubungan tentatif antara kekurangan vitamin D dengan munculnya
sindroma metabolik, sebuah kondisi yang ditandai dengan kegemukan, meningkatnya tekanan
darah, menaiknya gula darah secara tidak normal,
dan ketidakmampuan tubuh
merespon insulin.
Orang dengan sindroma metabolik akan cenderung mudah menderita
diabetes tipe
2 dan penyakit-penyakit kardiovaskular (pembuluh darah jantung) seperti
jantung, stroke, multiple sklerosis, dan lain-lain. Sekarang, sebuah
penelitian dari Spanyol menyediakan sebuah bukti baru bahwa vitamin D sangat
terkait dengan sindroma metabolik.
Dalam penelitian tersebut dicermati sekelompok orang kegemukan dan ditemukan
bahwa sekitar 63 persen orang-orang ini mengalami sindroma metabolik. Sekitar
separuh lebih kekurangan vitamin D dalam tubuhnya. Penelitian dari Spanyol
jelas-jelas hanya merupakan observasi. Jadi, tidak bisa diklaim sebagai hasil
penelitian yang sangat valid. Apalagi merekomendasikan pengaruh suplementasi
vitamin D.
Namun demikian, asupan vitamin D atau berjemur di atas terik matahari pagi
bukan berarti tidak ada gunanya. Kita memerlukannya untuk manfaat lain yang
juga penting bagi kesehatan tubuh terutama tulang
Abstrak lain tentang Vitamin D Untuk Diabetes