Bingung
dengan pekerjaan se-abrek,
di rumah dimarahi terus, kehidupan sosial tidak seimbang, maupun pacar
selingkuh, memang
bisa bikin stres. Kalau terus-menerus seperti ini, bisa-bisa
orang stres akan menjadi penderita
depresi yang bisa gila bahkan memutuskan suicide.
Depresi
lebih sering diartikan dengan stres yang berkepanjangan, tapi
jangan salah ada juga stres yang tidak selamanya berakhir dengan depresi.
Menjelaskan hal ini, ahli psikologi Vera Itabiliana mengungkapkan bahwa
depresi ada karena perasaan sedih yang mendalam. Tapi kadang peristiwa sedih
yang dialami tidak sebanding dengan perasaan sedih tersebut,
dan terus-menerus
dirasakan sampai melebihi waktu sebenarnya.
Secara umum gejala depresi
tampak pada tiga bagian, yaitu gejala fisik, mental, dan sosial. Dari fisik,
orang depresi biasanya lebih malas dari kehidupan sehari-hari, susah tidur,
malas makan, pikiran kosong, kehilangan motivasi, cepat capek, bahkan gampang
sakit. Sedangkan dari segi mental, orang depresi lebih cepat marah, sensitif,
merasa useless, tidak percaya diri, sering mendramatisir rasa kecewa,
dan sering ketakutan akan karma yang akan menimpa mereka karena kesalahan yang
diperbuat.
Dan untuk mengatasi rasa depresi
yang merugikan diri sendiri yang membawa pengaruh ke orang lain ini, disarankan
untuk melakukan berbagai terapi. Misalnya saja ''Psikoterapi'', yaitu lebih
menerima perhatian dan saran dari orang lain agar bisa menyesuaikan diri dengan
perubahan dalam hidup. Tentu saja hal ini dilakukan dengan cara bertahap untuk
bisa menerima tanggung jawab dan tekanan hidup yang dialami. Ada
juga ''Terapi Kognitif'', yang dilakukan dengan cara mengubah cara pandang
negatif dan rasa putus asa.
Sedangkan untuk penderita
depresi berat, bisa diterapkan ''Terapi Elektrokonvulsif'', yaitu dengan cara
memberikan kejutan listrik untuk merangsang kinerja otak yang beku, biasanya
sih untuk penderita yang ingin suicide. Selain terapi, penggunaan obat
penenang juga ada baiknya, apalagi untuk orang-orang yang memiliki kepribadian
tertutup dan sulit berkomunikasi dengan orang lain.
Abstrak lain tentang Jangan Biarkan Stress Menjadi Depresi