Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian AMBIEN

oleh: inspiro    
ª
 
  • Ambien bukan penyakit menular. Bukan pula penyakit keturunan. Dalam beberapa referensi disebutkan hanya sekitar 10% sampai 15% saja dari keseluruhan penderita yang juga mempunyai orang tua bermasalah yang sama. Perlu diketahui terlebih dahulu sebelum kita lanjutkan bahasan ini, bahwa ambien sebenarnya bukan merupakan penyakit. Ambien adalah gangguan pada tubuh yang disebabkan pembengkakan pada bantalan pembuluh darah di daerah dubur atau anus. Di daerah rektum terdapat 3 pembuluh darah yang masing-masing membawa darah untuk keperluan yang sesuai fungsinya. Jika salah satu di antara ketiga pembuluh darah itu tersumbat atau mengalami perubahan fisiologis sehingga menjadi lebar atau membengkak maka itu yang dinamakan sebagai ambien.

    Dalam bahasa kedokteran, ambien disebut sebagai hemorrhoids atau piles dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia dan bahasa lain di Nusantara, ambien biasa disebut dengan wasir, bawasir, bol metu, bolen, dan lain-lain. Dilihat dari letak pembengkakannya, ambien bisa dibagi menjadi 2 (dua), yaitu ambien dalam dan ambien luar. Ambien dalam atau internal hemorrhoids ini pembengkakannya terjadi di dalam rektum, rata-rata tidak akan kentara dari luar. Ditandai dengan adanya darah yang menetes atau memancar ketika sedang mengeluarkan feses. Bisa keluar dari rektum dan terlihat menonjol ketika bengkaknya semakin membesar dan terdorong feses saat buang air besar. Bisa dilakukan pendorongan untuk memasukkan kembali ambien yang keluar atau masuk dengan sendirinya dalam stadium yang lebih ringan. Sedangkan ambien luar atau external hemorrhoids terjadi di luar rektum, sangat terlihat menonjol di luar. Biasanya akan berwarna biru atau ungu saat terdorong feses ketika buang hajat. Ambien jenis ini akan terasa sangat sakit karena selalu tergesek feses, juga celana dan akan membentur kursi saat duduk. Penderita ambien luar ini biasanya hanya bisa terbaring di tempat tidur dan kesakitan sepanjang waktu. Bahkan menurut beberapa sumber, penderita juga akan merasa kesakitan saat batuk atau bersin.

    Ambien juga dibagi menjadi 4 (empat) stadium atau fase.
    1. Stadium 1; terasa mengganjal di daerah rektum, bisa di dalam atau di ujung rektum. Kadang terasa ada yang kurang tuntas saat buang air besar. Fase ini menjadi fase yang menentukan akan keberlanjutan gangguan ini. Jika pada saat mengetahui gejala ini penderita bisa segera mengubah cara hidup dan makanannya, kemungkinan besar gangguan ini tidak akan berlanjut masuk ke tahap selanjutnya.
    2. Stadium 2; gumpalan hasil pembengkakan pembuluh darah mulai muncul keluar dubur saat BAB. Biasanya tidak disertai rasa sakit. Sesudah selesai hajatnya ambien akan masuk kembali ke rektum.
    3. Stadium 3; gumpalan keluar saat BAB dan bisa masuk kembali dengan bantuan dorongan. Biasanya sudah terasa sakit karena gumpalan sudah mulai besar dan terkadang mengeluarkan darah segar.
    4. Stadium 4; gumpalan itu sudah tidak bisa masuk lagi ke dalam rektum. Sakit sangat terasa saat buang air besar, dan ketika tersentuh benda-benda. Biasanya diselesaikan dengan operasi pemotongan gumpalan.
  • Kiranya segitu dulu ringkasan ini, selanjutnya akan disusun summary berikutnya tentang gejala, pencegahan, dan solusi bagi penderita. Salam BolCom.
    Diterbitkan di: 04 Agustus, 2013   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .