Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Sel Darah Merah ( ERITROSIT )

oleh: ahmed09    
ª
 
Eritrosit ( sel darah merah) nampak merah karena kandungan hemoglobinnya, merupakan jenis sel darah yang paling umum jumlahnya 500 sampai 1000 kali lebih banyak dari leukosit. Jumlah eritrosit tergantung pada umur dan jenis kelamin. Jumlah pada laki-laki dewasa 5,2 juta/mm3 dan pada wanita 4,3 juta/mm3. Pada bayi yang baru lahir dapat mencapai 5,5 juta/mm3.

Bentuk eritrosit dilihat dari samping tampak bikonkaf. Sedang dari atas atau permukaan berbentuk bulat dengan pinggiran yang agak gelap warnanya dan bagian sentral agak bulat pucat. Bentuk eritrosit dipengaruhi oleh susunan kimia dalam eritrosit dan susunan plasma di luar eritrosit. Dalam keadaan segar eritrosit berwarna kuning hijau, bila jumlahnya banyak warnanya menjadi merah.

Dalam keadaan normal eritrosit mempunyai ukuran diameter 7,2 – 12 mikron disebut normosit. Bila ukuran eritrosit lebih kecil dari pada 6 mikron disebut mikrosit. Dan jika lebih besar dari pada 12 mikron disebut makrosit.

Eritrosit terdiri dari 60% air dan 40% zat padat. Zat padat ini terdiri dari hemoglobin (protein conyugated 90%). Dalam keadaan normal jumlah Hb (hemoglobin) di dalam darah 15 gr%. Substansi eritrosit mirip dengan plasma membran atau dinding sel yang terdiri dari lipoid protein kompleks, berfungsi untuk mencegah keluarnya materi koloid sel ke dalam plasma dan mempunyai selektifitas terhadap beberapa ion.

Fungsi eritrosit membawa hemoglobin untuk menerima oksigen dan membentuk oksi hemoglobin (di dalam paru – paru ) dan kemudian di dalam jaringan tubuh dipecah lagi mejadi oksigen dan reduced Hb (karena tekanan O2 dalam jaringan lebih kecil dari pada di dalam organ respirasi). Di sampingi itu berfungsi untuk transport CO2 dari jaringan ke paru-paru dengan bantuan dari enzim karbonik anhidrase.

Umur eritrosit manusia rata-rata 120 hari. Eritrosit yang tua akan dihancurkan oleh sel-sel fagositer, terutama dalam lien dan hepar di mana hemoglobin akan menjadi hematin (masih mengandung Fe) dan globin. Lebih lanjut hematin akan menjadi bilirubin (tak mengandung Fe) yang ekskresi oleh hepar ke dalam empedu.
Diterbitkan di: 20 Nopember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.