Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Sejarah Kedokteran Dan Sains>Bagaimana Interaksi Kodon dan Antikodon dalam Sintesis Protein?

Bagaimana Interaksi Kodon dan Antikodon dalam Sintesis Protein?

oleh: wanenoor     Pengarang : HARIYATI dkk
ª
 
Pada prinsipnya, interaksi (pengenalan) kodon‐antikodon adalah proses pemasangan basa antara
antikodon tRNA dan kodon pada mRNA. Pemasangan basa ini sesuai dengan pemasangan
basa suatu polinukleotida yang bersifat antiparalel. Oleh karena mRNA dibaca dengan 5′→3′, maka
nukleotida pertama, kedua, dan ketiga kodon mRNA akan berpasangan dengan nukleotida ke 36, 35,
dan 34 antikodon tRNA. Nukleotida ke 36, 35, dan 34 maksudnya adalah penghitungan dari awal
nukleotida di acceptor arm sampai ke sampai ke antikodon arm (struktur daun semanggi tRNA). Ribosom mengontrol topologi interaksi tersebut sedemikian rupa sehingga hanya triplet
nukleotida tersebut yang berpasangan.

bagaimana interaksi kodon dan antikodon tersebut dipengaruhi oleh wooble?
Pada kenyataannya, pemasangan basa kodon‐antikodon tidak seluruhnya mengikuti aturan pemasangan basa standard. Hal ini disebabkan antikodon pada loop tRNA agak melengkung sehingga interaksi basa antikodon dengan basa kodon tidak sejajar seluruhnya. Akibatnya, pemasangan basa ke‐34 antikodon dengan kodon ketiga tidak mengikuti aturan pemasangan basa standar. Fenomena ini disebut ‘wobble'.
Suatu variasi pasangan basa pada pososi tersebut bisa saja terjadi, terutama jika nukleotida pada posisi 34 yang dimodifikasi.

Pasangan basa nonstrandar bakteri mempunyai dua tampilan utama dari wooble tersebut yaitu:
1. Pasangan basa G‐U. Artinya sebuah anti kodon dengan sekuennya yaitu 3′‐xxG‐5′ bisa saja jika
dipasangkan dengan 5′‐xxC‐3′ maupun 5′‐xxU‐3′. Sama saja dengan anti kodon 3′‐xxU‐5′ dapat
berpasangan dengan 5′‐xxA‐3′ maupun 5′‐xxG‐3′. Hanya saja ada konsekuensinya, daripada
menggunakan tRNA yang berbeda untuk tiap kodon, untuk keempat anggota kelompok kodon
(seperti 5′‐GCN‐3′, semua kode untuk alanin) dapat di kode hanya dengan dua tRNAs.
2. Inosin, adalah modifikasi dari purin yang dapat berpasangan dengan A, C dan U. Inosin hanya
dapat dibentuk di tRNA karena mRNA tidak dimodifikasi pada jalur ini. Triplet 3′‐UAI‐5′
terkadang digunakan sebagai anti kodon pada molekul tRNAIle karena pasangan 3′‐UAI‐5′ ini
berpasangam dengan 5′‐AUA‐3′, 5′‐AUU‐3′, yang mana bentuk dari ketiga kelompok kodon untuk
asam amino pada kode standar genetik.
Sumber : GENOMES TA BROWN (2002)

Diterbitkan di: 15 Nopember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kode genetik dari kodon dan antikodon Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.