Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Sejarah Kedokteran Dan Sains>Protein PENANGKAL RADIKAL BEBAS : GLUTATION PEROKSIDASE

Protein PENANGKAL RADIKAL BEBAS : GLUTATION PEROKSIDASE

oleh: wanenoor     Pengarang : Yeni dkk
ª
 
Glutation peroksidase adalah enzim yang mengandung selenium sebagai komponen dasarnya, sehingga digolongkan dalan selenoprotein.Enzim glutathione peroksidase terdiri dari 4 atom selenium yang terikat sebagai selenocystein. Glutation peroksidase dapat membentuk pertahanan terhadap oksidan atau radikal bebas didalam tubuh dan mencegah kerusakan sel dengan cara mengkatalisa peroksida menjadi air dan oksigen. Karena kemampuannya inilah maka enzim ini disebut sebagai antioksida. Enzim glutathione peroksidase banyak terdapat di hepar, ginjal otot, dan plasma, terutama pada sitosol dan mitokondria
Oksidan (radikal bebas) adalah molekul dimana elektron yang terletak pada lintasan paling luar tidak mempunyai pasangan, sehingga bersifat reaktif. Sebagai contoh di dalam tubuh, radikal bebas yang paling banyak terbentuk adalah superokside. Radikal superokside (O2-) merupakan bentuk yang paling reaktif yang paling banyak dihasilkan oleh berbagai mekanisme di dalam tubuh antara lain, mitokondria, sistem enzim NADPH oksidase, reaksi dari xantine oksidase dan metabolisme asam arakidonat. Radikal superokside kemudian diubah menjadi H2O2 yang kemudian diubah lagi menjadi air oleh enzim glutathione peroksidase.

H2O2 yang terbentuk juga dapat diubah menjadi radikal hidroksil (OH). Jika tidak dinetralisir, OH akan merusak lipid dan DNA. Dalam keadaan normal , radikal bebas yang terbentuk dapat dinetralisir oleh antioksidan. Bila kadar oksigen reactive species (ROS) yang toksik melebihi pertahanan antioksidan maka akan terjadi suatu keadaan yang disebut stress oksidatif. Pada keadaan ini maka kelebihan radikal bebas dapat bereaksi dengan sel lipida,protein, dan asam nukleat sehingga menimbulkan kerusakan lokal bahkan sampai disfungsi organ.

Reactive oxygen species (ROS) berperan dalam mencetuskan terjadinya penyakit vaskulopati, seperti aterosklerosis, hipertensi dan stenosis. Radikal bebas dapat bersumber dari dua tempat, yaitu (1) endogen dan (2) eksogen.
Sumber Endogen yaitu:
a.Organella Subseluler
Organella subseluler seperti mitokondria, kloroplas, mikrosome, peroksisome dan nuklei dapat menghasilkan superokside (O2-).
b.inflamasi
Selama inflamasi terjadi proses fagositosis oleh makrofag dan neutrofil .Makrofag dan neutrofil harus membentuk radikal bebas agar dapat memfagositosis bakteri.
c. Ion Metal Transisi
Besi dan tembaga memegang peranan utama dalam membentuk radikal bebas dan menimbulkan peroksidasi lipid.
d. Oksidasi enzimatik
Beberapa enzim dapat membentuk radikal bebas dalam jumlah yang banyak. Enzim-enzim tersebut adalah xantin oksidase, prostaglandin sintase, lipoksigenase, aldehide oksidase dan asam amino oksidase. Enzim mieloperoksidase menggunakan hydrogen peroksida untuk mengoksidasi ion klorid, sehingga menghasilkan oksidan yang kuat, yaitu asam hipoklorus (HOCl).

Sumber Eksogen yaitu
a. Obat-obatan
Sejumlah obat-obatan dapat membentuk radikal bebas. Mekanismenya diperkirakan bahwa obat-obatan tersebut memperkuat hiperoksia yang sudah terjadi. Obat-obatan tersebut adalah antibiotik golongan quinolon atau antibiotik yang berikatan dengan metal untuk aktifitasnya (nitrofurantoin), antineoplastik (bleomisin), adriamisin
b. Radiasi
Radioterapi dapat menyebabkan kerusakan jaringan melalui pembentukan radikal bebas. Radiasi elektromagnetik (sinar X, sinar gamma) dan radiasi partikel (elektron, proton, neutron dan partikel alfa dan beta) menghasilkan radikal bebas melalui transfer energi ke komponen seluler
c. Tembakau (Rokok)
Oksidan yang dihasilkan oleh tembakau memegang peranan penting dalam terjadinya kerusakan saluran nafas. Oksidan yang dihasilkan tembakau menurunkan jumlah antioksidan intraseluler yang terdapat di dalam sel paru-paru. Satu kali isapan rokok menghasilkan oksidan dalam jumlah yang besar, yaitu aldehide, epokside, perokside. nitrik okside, radikal peroksil dan karbon dapat terbentuk selama fase “gas”.
d. Partikel Inorganik
Partikel inorganik, yang terinhalasi, seperti asbes, silika dapat merusak paru-paru melalui pembentukan radikal bebas.

Oksidan- oksidan yang terbentuk tersebut dapat dinetralisir oleh antioksidan. Antioksidan dalam tubuh terdiri dari antioksidan enzimatik dan non enzimatik. Glutathione peroksidase adalah antioksidan enzimatik..
Sebagai antioksidan enzimatik, maka enzim glutation peroksidase membantu mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas dengan mengkatalisis berbagai hidroperoksida. Glutation peroksidase akan mereduksi H2O2 menjadi H2O dan glutation disulfide(GSSG) dengan bantuan glutation tereduksi (GSH) bantuan glutation tereduksi (GSH). Reaksi enzim tersebut adalah sebagai berikut:
GPX
H2O2+2GSH------→GSSG + 2H2O
Tubuh manusia mempunyai beberapa sistem antioksidan endogen. Sistem ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu kelompok enzimatik dan non enzimatik. Antioksidan bekerja dalam 3 cara yaitu: (1) Pemutusan rantai reaksi (2) Mengurangi pembentukan radikal bebas dan (3) “Memakan” (scavenge) .
Ada beberapa panyakit yang diakibatkan karena adanya defisiensi glutation peroksidase, antara lain, penyakit paru, asma, kistik fibrostik, dan penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskuler.

Referensi:

Glutation peroksidase activity in normal individuals, didapat dari www. Akademik ansri.ac.id/journal/files/vo2p0023
Murray, Robert,K,et all.2009. Harper’ illustrated biochemistry 27 edition, Mc Graw Hill, Langg
Werner, Rudolf.1992. Essential biochemistry and Molecullar biology. A comp prentice-Hal
Diterbitkan di: 01 Nopember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    beraa nilai normal glutation dalam tubuh? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Berapa dosis maximal penggunaan glutation? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan bagaimana mekanisme kerja antioksidan yaitu bekeja dengan cara pemutusan rantai reaksi, mengurangi pembentukan radikal bebas dan Memakan(scavenge)? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    reaksi apakah yang terjadi bila glutation diinjeksikan dengan vit c dan kolagen Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.