Kasus infertilitas pada pasangan infertil penyebabnya adalah pria. Penyebab infertilitas pada pria sekitar belum diketahui
penyebabnya. Banyak para pria yang sulit memperoleh keturunan melakukan pengobatan alternatif hormonal serta pengobatan lainnya secara medis bertahun-tahun lamanya tanpa membuahkan hasil. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan yang akhirnya menghasilkan keputus asaan. Mereka tidak menyadari bahwa ternyata faktor genetik pun dapat mempengaruhi faktor infetilitas pada pria. Adanya mutasi-mutasi basa DNA di dalam
kromosom Y dapat mempengaruhi proses pembentukkan dan pematangan sperma di dalam testis. Karena kromosom Y mengandung berbagai gen yang berperan penting dalam pembentukkan sperma serta pematangan sperma hingga sperma siap membuahi telur. Hingga saat ini belum ditemukan cara tepat untuk memperbaiki mutasi basa DNA yang terjadi di dalam kromosom Y. Belum ada penelitian yang mengarah pada proses repair perbaikan DNA pada kromosom Y. Penyebab yang pasti terjadinya mutasi ini belum jelas mungkin dapat diakibatkan dari faktor makanan obat-obatan radiasi sinar UV dan radioaktif lainnya serta mutasi spontan.Dan ternyata di Indonesia cukup banyak ditemukan adanya mutasi basa DNA tersebut. Dari 70 orang pria infertil yang diperiksa ditemukan 6 orang mengalami mutasi basa DNA pada kromosom Y. Pemeriksaan secara genetik kelainan pada kromosom Y masih sangat langka karena mahalnya biaya pemeriksaan serta SDM yang belum memungkinkan dilakukannya pemeriksaan DNA pada kromosom Y. Biasanya para pasangan yang telah bertahun-tahun melakukan pengobatan belum mendapatkan keturuanan disarankan untuk menjalankan program bayi tabung