Fosil Membran Otak Manusia Purba Ditemukan di China
Summary rating: 2 stars
7 Tinjauan
Kunjungan:
369
kata:
300
Diterbitkan di: Februari 14, 2008
Tengkorak manusia purba yang baru ditemukan di
China ini disebut temuan terpenting setelah fosil ''''manusia Peking''''.
Sebab, fosil yang diperkirakan berusia 100.000 tahun itu masih menyisakan
membran otak di bagian rongganya. Para arkeolog China
menemukan fosil tersebut di daerah Xuchang, di pusat Provinsi Henan,
bulan lalu, setelah penggalian di wilayah tersebut yang sudah dimulai sejak dua
tahun. Di dekat fosil tengkorak tersebut, para arkeolog juga menemukan lebih
dari 30.000 fosil hewan serat artifak-artifak dari batu dan tulang. Fosil
tengkorak tersebut nyaris membentuk tengkorak lengkap meskipun sudah terpisah
dalam 16 keping. Sosok manusia yang memiliki tengkorak demikian mungkin
keningnya kecil dan tulang di bawah alis yang menonjol.
"Kami berharap penemuan penting lebih banyak
lagi," ujar salah satu penemunya Li Zhanyang, arkeolog dari Henan Cultural
Relics and Archeology Research Institut seperti dilansir Reuters, Rabu (23/1).
Tidak hanya membentuk tengkorak utuh, fosil ini menarik dipelajari karena masih
mengandung jaringan membran otak di bagian dalamnya. Dengan demikian, jejak
urat-urat syaraf nenek moyang manusia dari zaman Paleolotikum ini mungkin dapat
dilacak. Fosil manusia purba dari berbagai zaman banyak ditemukan di China.
Salah satu fosil yang paling bernilai tinggi sejauh ini adalah fosil manusia
Peking, fosil berusia antara 250.000-400.000 tahun di Beijing yang ditemukan
tahun 1920-an.