Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Pengobatan Investigatif>Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jumlah Urine

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jumlah Urine

oleh: unguceria     Pengarang : Slamet Prawirahartono
ª
 
Di dalam ginjal orang dewasa, setiap menitnya dipompakan darah sebanyak 1,2 liter. Jadi setiap satu menit terjadi filtrasi terhadap darah sebanyak itu. Kerja ginjal dalam mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme amat berat.

Laju filtrasi dalam glomerulus dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1. Tekanan darah kapiler sebesar 60-70 mmHg;
2. Besarnya tekanan osmotik koloid, yaitu tekanan protein darah sebesar 30 mmHg;
3. Besarnya tekanan hidrostatika urine sebesar 5 mmHg.

Dengan demikian besarnya tekanan efektif laju filtrasi adalah 35 mmHg.

Jumlah urine yang dihasilkan seseorang tidak merata sepanjang hari. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah urine, diantaranya sebagai berikut.

a. Jumlah air yang diminum
Bila seseorang banyak minum maka konsentrasi protein darah akan turun. Hal ini akan menyebabkan tekanan koloid protein menurun sehingga tekanan filtrasi kurang efektif.

b. Saraf
Stimulus saraf renalis akan menyebabkan menyempitnya arteriole aferent. Akibatnya aliran darah ke glomerulus berkurang, tekanan darah juga berkurang sehingga filtrasi kurang efektif.

c. Hormon atidiuretika atau ADH
Hormon yang dihasilkan oleh hipofisis posterior ini memengaruhi penyerapan air oleh dinding tubulus. BIla kadarnya lebih, penyerapan air oleh dinding tubulus meningkat sehingga urine yang terbentuk menurun. Sebaliknya, jika kadar air menurun sehingga dihasilkan banyak urine. Keadaan ini disebut diabetes insipidus.

d. Banyaknya garam yang harus dikeluarkan dari darah agar tekanan osmotiknya tetap.

e. Pada penderita diabetes mellitus, pengeluaran glukosa juga diikuti kenaikan volume urine.
Diterbitkan di: 18 Agustus, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.