Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Pengobatan Investigatif>Penggunaan DARAH UNTUK KEBUTUHAN MEDIS – benarkah masih relevan?

Penggunaan DARAH UNTUK KEBUTUHAN MEDIS – benarkah masih relevan?

oleh: TheWoman     Pengarang : Watch Tower Library
ª
 
Penyakit dalam darah
Sejak awal 1989 jumlah penyakit menular yang biasa dites oleh bank-bank darah telah meningkat menjadi lima (HTLV-I, berhubungan dengan sel-T tua pada leukemia, sifilis, hepatitis B, AIDS, dan hepatitis C).
Sharon Vernon, direktur Pusat Pengobatan dan Pembedahan Tanpa Darah di St. Vincent Charity Hospital di Cleveland. mengatakan, ”Kita telah mengetahui bahwa transfusi darah sering menularkan penyakit-penyakit, terutama hepatitis, bahkan bila darah tidak membawa infeksi, hal itu dapat menekan respons kekebalan dari sang pasien.” Meskipun penularan AIDS telah berkurang melalui pengetesan darah, tetapi masih banyak penyakit yang tidak terdeteksi oleh tes semacam itu.
Profesor Andrey Ivanovich Vorobiev, yang melayani sebagai kepala hematolog di Akademi Ilmu Kedokteran Rusia, di Moskwa, mengatakan “Darah donor mengandung protein-protein yang asing bagi tubuh dan dapat mengakibatkan reaksi yang tak dapat diramalkan maupun dielakkan. Selain itu, seberapa berhati-hati pun kita, donor dapat menginfeksi pasien dengan virus-virus yang dibawanya dan yang tidak sanggup kita deteksi.’ Jadi, ia menyimpulkan, ’Kita perlu mengurangi transfusi darah donor kepada para pasien.’

Rusaknya Nitrogen Oksida – zat pengantar Oksigen ke jaringan tubuh
”Transfusi dengan darah manusia yang telah disimpan mungkin lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya bagi kebanyakan pasien,” kata sebuah laporan dari Duke University Medical Center, di Durham, Karolina Utara, AS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menerima transfusi darah ”lebih banyak yang terkena serangan jantung, gagal jantung, stroke, dan bahkan meninggal” ketimbang pasien yang tidak menerimanya.
Mengapa? ”Nitrogen oksida dalam sel-sel darah merah mulai berubah senyawanya dan tidak dapat berfungsi lagi segera setelah sel-sel darah merah meninggalkan tubuh.” Nitrogen oksida sangat penting untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka sehingga sel-sel darah merah dapat mengangkut oksigen ke jaringan-jaringan tubuh.


Alternatif Pengganti Darah untuk tindakan medis

  • Pengganti Volume darah
Penggantian volume dapat dilakukan tanpa menggunakan darah utuh atau plasma darah. Berbagai cairan non-darah merupakan penambah volume yang efektif. Yang paling sederhana adalah larutan garam, yang selain tidak mahal juga cocok dengan darah kita.
Ada pula cairan-cairan lain dengan kandungan khusus, seperti dekstran, Haemaccel, dan larutan Ringer laktat. Hetastarch (HES) adalah penambah volume yang lebih baru, dan ”ini dapat digunakan dengan aman bagi pasien-pasien [luka bakar]”. (Journal of Burn Care & Rehabilitation, Januari/Februari 1989).
Larutan-larutan kristaloid [seperti larutan garam normal dan larutan Ringer laktat], Dekstran dan HES relatif tidak beracun dan tidak mahal, siap tersedia, dapat disimpan pada suhu ruangan, tidak membutuhkan tes kecocokan dan bebas dari risiko penyakit yang ditularkan melalui transfusi.”—Blood Transfusion Therapy—A Physician’s Handbook, 1989.

  • Penambah kuantitas sel-sel darah merah
Jika tubuh kehilangan darah, mekanisme-mekanisme pengkompensasi yang menakjubkan dari dalam tubuh akan mulai bekerja. Karena cairan darah yang hilang digantikan dengan cairan yang cocok, darah yang sekarang telah diencerkan mengalir dengan lebih lancar, bahkan dalam pembuluh-pembuluh yang kecil. Karena adanya perubahan kimiawi, lebih banyak oksigen dilepaskan ke dalam jaringan-jaringan. Penyesuaian ini begitu jitu sehingga sekalipun hanya separuh dari sel-sel darah merah yang masih tersisa, pengiriman oksigen bisa kira-kira 75 persen dari yang normal. Seorang pasien yang beristirahat hanya menggunakan 25 persen dari oksigen yang terdapat dalam darahnya. Dan kebanyakan pembiusan umum akan mengurangi kebutuhan tubuh akan oksigen.
Dr. C. V. Prowse, dari Pelayanan Transfusi Darah Nasional Skotlandia, membicarakan ”Alternatif untuk Darah Manusia dan Sumber Daya Darah”. Ia menyebutkan berbagai faktor pertumbuhan rekombinan (sintetis) yang dapat meningkatkan jumlah sel darah dengan merangsang produksi sel-sel ini oleh tubuh.

• Erythropoietin
Misalnya, erythropoietin dihasilkan oleh ginjal dan merangsang pembentukan sel darah merah. Tetapi, sekarang, ini dapat dihasilkan dalam laboratorium. Dr. Prowse mengatakan bahwa sintetis dari ”erythropoietin sudah diterima luas sebagai perawatan untuk berbagai bentuk anemia”.
• Thrombopoietic
Senyawa serupa telah dikembangkan untuk merangsang produksi keping darah oleh tubuh bernama Interleukin 11 yang telah dilisensi karena efeknya dalam meningkatkan hitung keping darah.
• Protein Plasma
Sejumlah produk dari Rekombinan yang ekivalen dengan sejumlah protein plasma telah dilisensi. Dr. Prowse menambahkan bahwa ”sejumlah faktor koagulasi lain kini dalam pengembangan untuk diproduksi”.

  • Pengangkut oksigen tiruan
N. S. Faithfull, yang berafiliasi dengan sebuah perusahaan farmasi, menyajikan presentasi tentang senyawa perfluorokarbon (PFC) atau dikenal sebagai darah tiruan. Beberapa PFC dapat mengangkut oksigen dalam sistem sirkulasi. Faithfull melaporkan uji coba terhadap salah satunya, pada 256 pasien yang menjalani pembedahan ortopedis, ginekologis, atau urologis—prosedur-prosedur yang sering mengakibatkan kehilangan darah yang banyak. Hasilnya? ”Data dari kedua penelitian menunjukkan bahwa oksigen jauh lebih baik tersirkulasi melalui PFC tiruan daripada darah yang diperoleh melalui transfusi.
Pada kongres itu juga dikemukakan bahwa ukuran partikel PFC dalam emulsi demikian ”sangat kecil, sekitar 40 kali lebih kecil daripada diameter sebuah RBC [sel darah merah]. Ukuran yang kecil ini memungkinkan PFC menembus pembuluh kapiler yang tidak dapat dilalui RBC”. Ini tampaknya memberikan harapan dalam kasus jaringan yang rusak dan sangat kekurangan darah.
Transfusi darah tidak relevan lagi
Profesor Andrey Ivanovich Vorobiev dalam sebuah sebuah konferensi medis internasional yang diselenggarakan di Moskwa, Rusia, pada tanggal 6 Oktober 1998. memerinci ”bencana-bencana hebat akibat transfusi darah”. Ia menyatakan bahwa akibat transfusi darah, sebagian besar anak penderita hemofilia di negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman, telah menderita AIDS. Data statistik menyatakan sebagian besar penyebaran hepatitis melalui transfusi darah.
Mengakhiri kata-kata sambutannya, ia berkata, ”Dahulu kita mendukung transfusi darah, dan kini kita akan bersama-sama menyingkirkan pandangan kuno tersebut.”
Diterbitkan di: 01 Desember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. RainMoond

    pemula

    kunjungi aq juga y http://id.shvoong.com/travel/budget/2111122-mancing-hobi-yang-murah-meriah/

    0 Nilai 03 Februari 2011
X

.