Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Penanganan Depresi

oleh: WhymeLyou     Pengarang : Berbagai sumbe
ª
 
Organisasi kesehatan dunia WHO mencatat sekitar 150 juta orang saat ini menderita depresi. 5,8% adalah Laki-laki dan 9,5% Perempuan. Tahun 2020 diperkirakan depresi berada di peringkat dua sebagai penyakit yang mematikan setelah jantung.
Gejala depresi harus dikenali sejak dini. Misalnya : letih,lemah lesu, sering sakit kepala dan maag , perlu dicurigai dpresi dini. Apalagi sering berobat dengan gejala yang sama. Bila depresi tidak tertangani penderita akan mengalami kehilangan pola hidup efektif dan merugikan banyak fihak, berpotensi kehilangan pekerjaan dan bermasalah dengan keluarga.
Konsekuensi paling berat adalah Bunuh Diri apalagi statistik menunjukkan sekitar 20% penderita depresi cenderung melakukan bunuh diri.

Jurus Ampuh Cegah Depresi.

1. Miliki pola hidup yang teratur.
2. Pola makan teratur, jangan terlalu banyak karbohidrat, lemak, dan zat yang dapat mengganggu
Neurotransmitter.
3. Mengenali tanda-tanda depresi sejak dini.
4. Belajar mengenali masalah secara objektif, berpikir positif dan melihat masalah dari aspek yang sehat.

Penanganan Depresi.
Penanganan depresi dibagi dua : terapi psikososial dan terapi biologi melalui pemberian obat.
Pemberian obat anti depresan berfungsi untuk meningkatkan atau mengatur kembali serotonin
dan norepinefrin agar seimbang. Biasanya obat bersifat serotonergik dan noradrenergik yang artinya
meningkatkan serotonin atau norepinefrin ataupun keduanya.
Ada beberapa obat antidepresan misalnya golongan serotonin selective re-uptake inhibitor (SSRI).

Pendekatan lain adalah terapi psikososial melalui konseling psikologi dan psikoterapi.
Psikoterapi yang paling cocok untuk penderita depresi adalah Cognitive behavior therapy (CBT),
yaitu terapi yang mengajak penderita untuk mempelajari bagaimana mencerna atau mempersepsikan
peristiwa kehidupannya. Mulai dari persepsi yang tidak rasional/negatif dibawa ke persepsi yang
rasional/positif.

Pada depresi ringan, pengobatan cukup dilakukan dengan pendekatan psikososial misalnya
konseling, psikoterapi dan CBT.
Depresi sedang atau berat selain terapi psikososial juga harus diberikan obat, bahkan ditambah dengan
Electro Shock Therapy (EST), yaitu terapi elektro kompulsif atau sering disebut terapi kejang listrik.
Penderita diberikan kejang listrik dikepala yang akan menimbulkan respon kejang untuk perubahan
neurokimia diotaknya sehingga menimbulkan regulasi neurokimia.

Depresi dapat dipulihkan atau dikontrol.
Pola hidup yang salah dapat memicu timbulnya depresi.
Untuk depresi kambuhan ,obat diberikan sampai 6 bulan, setelah itu dihentikan.
Dan untuk penderita yang sering kambuh biasanya obat diberikan 1-2 tahun.
Secara umum pengobatan depresi minimal 6 bulan.
Jika cuma 2 minggu atau 2 bulan hanya akan menimbulkan efek penyembuhan sementara
atau hanya menekan gejala.
Obat-obat anti depresan baru bermanfaat setelah pemakaian minimal 2 minggu-1 bulan.

Secara Umum efek samping obat anti depresan adalah :

-Mual
-Muntah
-Mengantuk
-Insomnia
-Sakit kepala
-Berkeringat
-Penambahan berat badan
-Konstipasi
-Mulut kering
-Tremor
-Disfungsi seksual
-Nyeri otot
-Kemerahan

Inthedark.

Diterbitkan di: 05 Oktober, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagemana cara menghilangkan depresi...??? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa bda orang depresi am orang gila...... apakah orang gila bisa sembuh? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.