Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Imonologi>Melatonin: Rahasia Tidur dalam Gelap

Melatonin: Rahasia Tidur dalam Gelap

oleh: vistawacana    
ª
 
Diriwayatkan bahwa Nabi bersabda: "janganlah kau tinggalkan api di rumahmu ketika kamu tidur". Sebagian orang mungkin berpikiran anjuran itu hanya berkaitan dengan aspek keamanan, sebab api untuk penerangan memang berbahaya jika ditinggal tidur. Apakah anjuran sunnah Nabi ini tidak lagi kontekstual saat ini? karena di zaman modern hampir tiada lagi orang yang tidur dengan penerangan api.

Meskipun berbeda bendanya, api, lentera, atau listrik, tetapi ternyata hikmah medis-nya tetap sama. Penemuan terbaru tentang sistem kekebalan tubuh mengungkap hikmah medis dan RAHASIA TIDUR DALAM GELAP itu.Jawabannya adalah ada pada MELATONIN
.
Apa itu melatonin?, ada rahasia apa dibalik anjuran tidur dalam gelap dan apa pula hubungannya dengan melatonin itu?

MELATONIN, PENANGKAL KANKER DAN KERUSAKAN DNA

Melatonin adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pineal (salah satu kelenjar di otak). Fungsi hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat. Kemampuan ini karena melatonin merupakan antioksidan yang sangat kuat. Sifat antioksidan melatonin ini bahkan mampu menangkal kerusakan DNA akibat serangan karsinogenik yang memang bekerja menimbulkan kanker dengan menyerang DNA. Fungsi penting lain melatonin adalah pemegang jam biologis dalam tubuh.

Menariknya, produksi hormon melatonin berbanding terbalik dengan cahaya matahari, yaitu dimulai saat matahari terbenam dan mencapai puncak produksinya pada tengah malam antara jam 02.00-03.00. Maksimal produksinya adalah dalam gelap.Adanya cahaya atau sinar membuat produksi hormon melatonin akan berhenti. Hormon melatonin ini tidak akan muncul jika orang tidur malam hari dengan tubuh terpapar cahaya terang oleh nyala lampu atau terpapar dengan gelombang elektromagnetik seperti televisi dan komputer.

RAHASIA TIDUR DALAM GELAP

Ahli biologi Adalah Joan Robert --seorang ahli biologi-- mengatakan bahwa tidur malam dalam kamar yang gelap benar-benar bermanfaat buat tubuh. Tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya.

Dengan mematikan lampu ketika tidur malam hari, bukan hanya menghemat energi tapi juga meningkatkan kesehatan tubuh. Maka itu tidur malam sambil nonton TV juga sangat tidak disarankan.Temuan ini sekaligus pula merekomendasikan agar tidak tidur terlalu larut malam.

Praktisi kesehatan lainnya, Lynne Eldridge M.D yang juga penulis buku 'Avoiding Cancer One Day At A Time' juga menuliskan perempuan buta 80 persen lebih kecil terkena risiko kanker payudara dibanding rata-rata perempuan lain. Diduga faktor hormon melatonin yang banyak ditubuhnya karena penglihatan yang gelap membuatnya punya daya tahan tubuh yang lebih tinggi.

Pentingnya tidur malam hari dengan mematikan lampu baru-baru ini juga diteliti oleh para ilmuwan dari Inggris dan Israel. Peneliti menemukan ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa memicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

Para ilmuwan mengklaim jika seseorang terbangun di malam hari dan menyalakan lampu selama beberapa detik, maka bisa menyebabkan perubahan biologis yang mungkin mengarah ke kanker.

Jika pada penelitian sebelumnya tidur malam dengan lampu terang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker prostat. Maka pada penelitian terbaru ini menunjukkan paparan jangka pendek juga bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

"Orang-orang yang bangun di malam hari disarankan untuk tidak menyalakan lampu. Kami percaya bahwa setiap kali menyalakan cahaya buatan pada malam hari akan memiliki dampak pada jam biologis tubuh, karena ini adalah mekanisme yang sensitif," ujar Dr Rachel Ben-Sclomo dari University of Haifa.

Setelah mencapai puncak produksi pada pukul 02.00-03.00 tentu jumlah produksi melatonin akan menurun. Dan ini terjadi pada sepertiga malam terakhir. Di sinilah dapat dipahami mengapa waktu shalat tahajjud yang bisa dijadikan sebagai terapi kesehatan itu dilakukan pada waktu sepertiga malam terakhir ini.

Pendeknya, aktivitas shalat tahajjud tidak akan mengganggu produksi melatonin. Sebab, waktu pelaksanaannya tidak berada pada prime time produksi hormon melatonin ini. Ibarat naik bukit dengan kendaraan, perlu energi lebih dan bebas hambatan saat naik. Sebaliknya, saat turun bukit, santai saja, akan sampai ke bawah. Pada waktu naik produksi melatonin inilah tubuh perlu istirahat dengan suasana gelap sebaiknya antara pukul 10.00 atau 11.00 hingga 03.00 dini hari. Selepas itu, produksi melatonin bisa tetap berjalan dengan aktifitas malam yang baik.
Diterbitkan di: 03 September, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.