• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Imonologi>Menjadi Dokter Bagi Diri Sendiri

.

Menjadi Dokter Bagi Diri Sendiri

oleh : tanduk01    

Pengarang : Dr.Faisal Idrus

Menjadi Dokter Bagi Diri Sendiri
Ada beberapa pertanyaan yang perlu direnungkan secara bijak. Ditengah kecanggihan
teknologi kedokteran dalam mendiagnosa penyakit dan diantara bergelimpangnya rumah sakit serta doketr-dokter spesialis yang hebat. Mengapa pada zaman yang modern ini orang sehat menjadi mahluk langka di muka bumi? Mengapa di zaman batu diera nenek moyang kita dulu mereka justru lebih sehat dan lebih bugar dibandingkan manusia zaman sekarang?
Jawabanya cukup sederhana, manusia yang hidup di zaman sekarang ini terjebak pada modernitas itu sendiri. Masyarakat modern menggap makna sehat identik dengan makan obat dan dokter. Sekecil apapun keluhan dari tubuh , obat dari dokter yang melalui industrilisasi dan proses kimia menjadi pentolan terdepan. Padahal kebergantungan dengan obat ini membuat sistem imune sebagai pertahanan tubuh menjadi mandul. Berbeda dengan nenek moyak kita dulu yang hidupnya lebih selaras, seimbang dan serasi dengan alam. Kepekaan dan kemandirian dalam memahami problem tubuh terlatih dengan baik. Sehingga jangan heran jika orang-orang terdahulu memiliki sistem kekebalan yang hebat.
Satu hal yang perlu diperhatikan berobat memang diperlukan untuk membantu ketidakmampuan tubuh dalam menghadapi penyakit. Akan tetapi obat hanya sebagai pemeran pembantu, bukan pemeran utama dalam perbaikan tubuh. Justru tubuh itu sendiri dan nutrisi makananlah yang memiliki peranan inti. Sebagai the father of medice, hipocrates mengatakan, jadikanlah makanan utamamu sebagai obat utama. Pada zaman hipocrates, dampak makanan terhadap penyakit dan perlunya makanan seimbang menjadi penting dalam mengobati permasalahan tubuh. Namun di zaman ini mata rantai seperti itu mulai terlupakan. Dunia kedokteran modern lebih memprioritaskan pendekatan obat dan penyakit dari pada pendekatan perbaikan pola hidup dan pola makan.
Diterbitkan di: Desember 13, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

Orang yang membaca ringkasan ini juga membaca:

.