Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Ginekologi>Perawatan Payudara Bagi Ibu Menyusui

Perawatan Payudara Bagi Ibu Menyusui

oleh: Lov3lyJeje    
ª
 
Banyak ibu yang memilih tidak menyusui bayinya karena takut payudaranya menjadi kendor dan tidak menarik lagi padahal ASI berisikan kekebalan tubuh alami bagi bayi yangt sangat baik untuk menegah terjangkit penyakit sebelum diberikannya imunisasi dasar. Selain itu ASI juga merupakan satu-satunya nutrisi yang mudah diserap oleh bayi sebelum usia 6 bulan yaitu yang sering disebut ASI eksklusif. Ada juga ibu yang tidak menyusui bayinya karena bayi sulit beradaptasi untuk menghisap ASI pada pertama kali menyusu sehingga ibu yang tidak sabaran menjadi takut anaknya kekurangan nutrisi karena sulit menyusu dan langsung berhenti mengajarinya dan memilih memberikan susu formula. Perlu dipahami bahwa bayi memiliki insting sendiri untuk menghisap puting susu yang sudah ia dapat semenjak di dalam kandungan, seperti yang sering terlihat dalam hasil USG, sering terlihat bayi sedang menghisap jempolnya. Jadi diharapkan ibu harus lebih bersabar lagi untuk mengajari bayinya menyusu. Selain itu sebagian ibu tidak menyusui karena takut puting susu menjadi lecet karena menyusui. Perlu diketahui bahwa bila posisi ibu saat menyusui benar dan merawat payudaranya juga benar maka dipastikan payudara ibu tidak akan lecet.

Berikut bagaimana cara merawat payudara bagi ibu menyusui :
  • Puting terasa perih/retak/lecet. Batasi setiap waktu menyusui selama 10 menit, hentikan kegiatan menyusui (minimal 24 jam) agar tidak terjadi infeksi. Jaga payudara agar dalam kondisi kering dan saat masih terluka gunakan pelindung puting yang terbuat dari bahan karet lunak saat menyusui. Untuk mencegah puting lecet pastikan posisi menyusu si kecil sudah tepat, memasukkan semua bagian puting dan areola (semua bagian hitam di sekitar puting) ke dalam mulutnya selain itu saat ibu mandi jangan menyabuni bagian areola dan puting agar puting tidak terlalu kesat sehingga tidak mudah lecet saat menyusui bayi.
  • Payudara bengkak dan keras. Hal ini ditimbulkan akibat produksi ASI yang berlebihan dan terjadi bendungan ASI sehingga ASI susah keluar. Siapkan 2 washlap dan 2 baskom yang berisi air hangat dan air dingin. Kompreslah kedua payudara anda dengan air hangat selama 2 sampai 3 menit, selanjutnya kompres kedua payudara dengan air dingin selama waktu yang sama. Lakukan pengompresan dengan air hangat dan air dingin secara bergantian 4 sampai 5 kali. Pengompresan dimaksudkan agar saluran ASI mengembang dan mengempis sehingga air susu dapat dipompa keluar dan tidak membendung lagi. bengkak hilang dan panas yang biasa terjadi akibat bendungan payudara pun dapat dihindari.
  • Bersihkanlah payudara dengan air hangat sebelum dan sesudah menyusui agar payudara tetap bersih dan terhidar dari bakteri dan jamur.
  • Merawat payudara sehari-hari dapat dilakukan dengan pemijatan yang dapat dilakukan saat mandi. Bersihkan payudara sebelumnya, lalu massage memakai baby oil atau minyak kelapa. Pemijatan dilakukan disekeliling payudara diurut memutar searah jarum jam dan kemudian berbalik arah/berlawanan jarum jam. Setelah itu lakukan pengurutan dari bawah menuju puting, namun putingnya sendiri tak perlu di-massage karena tak berkelenjar tapi hanya merupakan saluran air saja. Memijat payudara berungsi agar saluran air tidak tersumbat dan ASI menjadi lancar. Selanjutnya puting dibersihkan dengan menggunakan kapas dan baby oil yang berguna melenturkan dan melembabkan puting agar saat menyusui kelak puting sudah tak gampang lecet,. Ingat! jangan menyabuni puting susu. Terakhir, bersihkan payudara dan puting memakai air hangat dan dingin. Tujuannya untuk memperlancar sirkulasi darah. Setelah itu keringkan pakai handuk.
  • Sebaiknya payudara juga dirawat dengan melakukan senam. Gunanya untuk memperkuat otot pektoralis di dada, sehingga memadatkan payudara dan merangsang produksi ASI agar lebih baik. Berikut ini senam yang dapat dilakukan :
    1. Posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku, sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersidekap). Kemudian tekan kuat-kuat ke arah dada dengan cara mempererat pegangan, sehingga terasa tarikannya pada otot-otot di dasar payudara. Selanjutnya lemaskan kembali. Lakukan berulang-ulang hingga 30 kali.
  • 2. Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan bagian dalam mengurut (massage) payudara ke arah atas.
    Diteruskan gerakan tangan ke atas ke belakang dan kembali pada posisi semula. Lakukan latihan ini 20 kali putaran.
  • Pakailah Bra Yang Pas. Untuk mengatasi rasa tak enak pada saat payudara membesar, pakailah bra yang pas dan bisa memegang. Jangan pakai yang terlalu ketat atau longgar, tapi harus benar-benar pas sesuai ukuran payudara saat itu dan dapat menopang perkembangan payudara. Jika terlalu sempit akan menghambat perkembangan kelenjar payudara, sedangkan kalau terlalu longgar akan tampak jatuh dan sakit dipakainya. Jika payudara sangat besar, ada baiknya untuk memilih yang memakai penyangga kawat. Karena bra yang tak menopang dengan baik pada payudara besar cenderung akan turun dan membentuk lipatan di bagian bawah payudara. Pilihlah bra dari bahan katun atau campuran katun sehingga nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat.Pada Air susu yang merembes Selain mengurangi keindahan penampilan, hal ini juga kurang bagus untuk kesehatan ibu dan bayi. Payudara yang lembab bisa menjadi media efektif bagi berkembangnya bakteri dan jamur sehingga menimbulkan iritasi dan infeksi. Untuk menghindarinya, pilihlah breast pad (bantalan dalam BH) dengan bahan yang halus dan berdaya serap baik. Jangan lupa untuk sering mengganti breast pad, minimal 2 kali sehari. Tali pengikatnya agar dipilih yang lebar sehingga dapat menyangga payudara dengan baik. Bila jamur sudah terlanjur hadir, segera bawa ke dokter. Sebab, jika jamur naik hingga ke seluruh payudara bisa menjadi masalah pada saat menyusui.
  • Untuk puting yang masuk ke dalam, disarankan jangan menarik-narik puting susu karna dapat membuatnya lecet. Untuk mengeluarkan puting pakailah jempol dan ke 4 jari lainnya urut payudara dengan posisi jempol di atas puting mengurut kearah atas dan 4 jari lain yang berada di bawah puting mengurut ke arah bawah.
Diterbitkan di: 14 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sumber artikelnya ini darimana? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.