Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Hipertiroid DALAM KEHAMILAN

oleh: rey_kevin     Pengarang : reykevin99
ª
 
Tujuan
Untuk memberikan pedoman tatalaksana ibu hamil dengan hipertiroid.

Prinsip
Menstandarkan pendekatan manajemen kehamilan dengan hipertiroid dalam interval segera sebelum dan setelah melahirkan dengan tujuan untuk memperbaiki keluaran ibu dan anak.

Pernyataan Standar
1. Standar pelayanan medis ini dikembangkan untuk memastikan ibu hamil dengan hipertiroid mendapatkan pilihan penatalaksanaan terbaik berbasis bukti terbaik yang ada dan terintegrasi dengan saran dari pasien beserta keluarga serta pandangan ahli.
2. Standar pelayanan medis ini juga untuk menjaga konsistensi dalam penatalaksanaan ibu hamil dengan hipertiroid dan memberikan rekomendasi serta dasar informasi pada proses penatalaksanaan.
3. Rekomendasi dari standar pelayanan medis ini berbasis bukti terbaik yang bisa didapatkan saat penelusuran bukti, dan seharusnya pembaca tetap terbuka untuk kemungkinan didapatkannya bukti terbaru.

Isi Standar
Diagnosis
Didapatkan kehamilan disertai gejala tanda hipertiroid
Gejala:
1. mudah lelah, berkeringat
2. jantung berdebar
3. sulit tidur
4. tangan tremor
Pemeriksaan Fisik:
1. Eksophtalmus
2. Takikardi
3. Sesak nafas
Pemeriksaan Penunjang:
Laboratorium
1. Pada wanita hamil evaluasi fungsi tiroid yang terbaik adalah dengan mgnukur konsentrasi TSH dan T4 bebas
2. Pada hiperteroidisme didapatkan kenaikan T4 serum 25-45 % dan 5-12 mg % menjadi 9-16 %. B

Pengelolaan
Tujuan utama penatalaksanaan adalah normalisasi free T4 sesegera mungkin untuk mempertahankan kondisi eutiroid, dengan obat antitiroid dosis minimal. B
Obat-obat antitiroid yang dapat digunakan selama kehamilan termasuk karbiazol, Propiltiourasil (PTU) dan methimazol. A
1. Monitor nadi, berat badan., ukuran tiroid, kadar free T4, T3, dan TSH tiap bulan.
2. Menggunakan obat antitiroid dosis terendah untuk meelihara status hipertiroid ringan tidak lebih dari 300 mg PTU (20 mg metimazol)
3. Komunikasi teratur dengan ahli kebidanan, terutam dalam hal pertumbuhan dan denyut jantung janin
4. Jangan berusaha untuk menormalkan TSH. Pertahankan konsentrasi serum TSH antara 0,1 dan 0,4 mU/L, kadar yang lebih rendah dapat diterima pasien.
5. PTU biasanya lebih disukai dari methimazole, tapi kedua obat ini dapt digunakan
6. Bilamana dosis kecil PTU 100-200 mg/hari mempengaruhi fungsi tiroid fetal, dosis PTU yang lebih tinggi 300 mg (20 mg metimazol) dapat digunakan. Jangan menggunakan iodine selama kehamilan kecuali untuk persiapan operasi
7. Indikasi untuk pembedahan adalah (a) memerlukan dosis tinggi PTU (>300 mg) atau methimazole (>20 mg) pada hipertiroid tidak dikontrol.
Diterbitkan di: 12 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bahaya gak sech ibu hamil menderita hipertiroid ? mungkin gak persalinannya secara normal? thaks Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah ibu hamil dengan tiroid persalinan harus operasi caesar? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya memiliki hipertiroid sudah 9 tahun, sekarang saya hamil pertama, usia kandungan sudah 3 minggu, bahaya apa saja pada janin jika tiroidnya tidak normal?apa baik jika tetap minum obat thyrax?trims Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa sih sebenarnya penyakit hipertiroid dalam kehamilan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ibu hamil d janign hipertiroid dan decom cordis dgn pemberian ptu dan digoxin diberkan mulai kehamilan 22mgg ,apa resiko janin dilahirkan pd puskesmas? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Perkembangan gonad dan adrenal tampaknya diarahkan pada hCG. Risiko prematur yang lebih tinggi 11-25%. Biasanya dokter puskesmas yang menanganinya tidak mau ambil risiko, sehingga biasanya dirujuk ke rumah sakit. Karena terlalu riskan jika penanganan yang lambat dapat mengakibatkan kematian. 28 Oktober 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.