Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Biotek -DNA GENETIK

oleh: zazay    
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman";}

Biotek


Warna Rambut Berasal dari Gen

Para ilmuwan telah mengembangkan suatu cara dengan memanfaatkan DNA untuk memprediksi warna rambut pada seseorang. Penelitian itu membuka jalan bagi tes forensik untuk memperkirakan warna rambut tersangka pelaku kejahatan melalui DNA yang tertinggal ditempat kejadian perkara.

Informasi tersebut kemudian digunakan untuk mempermudah mencari seseorang yang tidak diketahui identitasnya, namun sedang dalam tahap pencarian.

Tim peneliti kepolisian Belanda dan para ilmuwan membeberkan secara rinci dalam jurnal Human Genetics. Mereka menyimpulkan, sangat mungkin menghasilkan keakuratan lebih dari 90% apakah seseorang tersebut memiliki warna rambut merah, dengan tingkat akurasi yang sama dengan seseorang yang berambut hitam.

Melalui teknik terbaru ini juga dapat mereka dapat menghasilkan akurasi lebih 80% untuk seseorang berambut coklat atau pirang. Pendekatan genetik baru ini juga mampu untuk membedakan warna rambut yang mirip. Sebagai contoh, antara rambut merah dan pirang kemerah-merahan, atau antara warna pirang dan pirang yang lebih gelap.

DNA bisa diambil dari darah, sperma, air liur, atau contoh-contoh lain yang bisa digunakan dalam tes forensik. Kepala peneliti Manfred Kayser dari Erasmus University Medical Center di Rotterdam mengatakan, “Kita sekarang sangat mungkin untuk memprediksi perbedaan warna rambut melalui DNA yang menjadi sebuah terobosan, karena sampai sejauh ini hanya rambut merah yang bisa diketahui dari DNA.

Para peneliti mempelajari DNA dan warna rambut dari ribuan orang Eropa. Mereka menginvestasikan gen-gen yang sebelumnya dikenal untuk mempengaruhi perbedaan-perbedaan dalam warna rambut. “Kami mengindentifikasi 13 ‘Penanda DNA’ dari 11 Gen yang informatif untuk memprediksi warna rambut seseorang,”Kata Profesor Kayser, kepala Departement of Forensic Molecular Biology di Erasmus.

Tim Profesor Kayser di University Erasmus juga telah mengembangkan sebuah tes untuk warna mata berdasarkan penanda-penanda DNA. Pada september tahun lalu mereka memublikasikan detail dari teknik untuk mengestimasi umur tersangka dari darah yang tertinggal di tempat kejadian perkara.

Metode ini mengeksploitasi sel-sel imun yang dibawa darah yang dikenal sebagai sel T. Pendekatan ini memungkinkan para peneliti untuk mengestimasi umur seseorang, kurang lebihnya sembilan tahun.

Diterbitkan di: 01 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.