Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Genetika>Intracelluler Comunication / komunikasi intraseluler

Intracelluler Comunication / komunikasi intraseluler

oleh: wanenoor     Pengarang : santoso
ª
 
Manusia merupakan organism yg bersel banyak. Sub-atom --> atom --> molekul --> mkro molekul --> organela --> sel --> jaringan --> organ--> sistem organ --> organisme. Sel merupakan unit fungsional terkecil yang masih bisa hidup, tapi harus bekerja sama dengan sel lain.

Homeostatis, kondisi keseluruhan yang optimal yang akan menunjang fungsi tubuh manusia. Untuk mempertahankan hidup maka kondisi homeostatis harus tetap terjaga.

Sel berkomunikasi dg sel yg lain untuk bisa saling bekerja sama, yaitu dg molekul (bahasa dan kode molekul). Sel yg memproduksi sinyal akan mengirimkan molekul sinyal ke sel target.

Salah satu cara pengiriman sinyal dengan membuat jendela/lubang (gap junction) antara sel satu dengan sel tetangganya dan pesan dikirimkan melalui celah tsb. Sehingga molekul2 kecil bisa melewatinya. Gap junction tersusun atas 6 molekul connexin sub unit yang akan membentuk pori dan membentuk kanal kecil yang bisa dilalui oleh molekul, ion sehingga sel dengan sel tetangganya bisa bekerja sama scr simultan.

Pengeluaran sinyal: dengan endocrine atau paracrine.
Cara pengeluaran produk sel:
Endocrine: molekul sinyal dikeluarkan melalui melalui aliran darah masuk ke seluruh tubuh sehingga dapat mencapai sel target yang letaknya jauh dari sel yang memproduksi sinyal.
Eksocrine: ada saluran khusus dari tempat yang memproduksi ke tempat pengeluarannya. Mis. Pancreas memproduksi enzim pencernaan dan punya saluran khusus untuk mencapai duodenum (kelenjar eksocrine karena tidak melalui aliran darah)pengeluaran produk bukan sinyal.

Pengeluaran molekul untuk berkomunikasi dg sel lain:
Endocrine: bila sel target letaknya jauh sehingga molekul sinyal dikeluarkan melalui melalui aliran darah masuk ke seluruh tubuh sehingga dapat mencapai sel target.
Paracrine, bila sel targetnya dekat dengan sel yang memproduksinya tetapi sel targetnya tersebar.
Synaptic, yaitu sel yang dituju sangat dekat letaknya sehingga bisa langsung menuju sel target krn hubungannya sangat dekat dan saling kontak satu sama lain.
Contact-Dependent, harus berhubungan secara langsung. Sinyal hanya diekspresikan di membrane (tidak keluar)
Neuron dengan sel targetnya (membentuk synaptic) tetapi tidak merupakan suatu kekhususan karena ada sel lain yang juga membentuk synaptic, mis. sel limfosit juga akan membentuk synaptic untuk membunuh sel target. Sehingga sinyal tidak dikeluarkan tetapi dipresentasikan di membrane.

Bila menggunakan paracrine atau endocrine maka harus menggunakan reseptor yang spesifik agar molekul dapat mencapai sel target yang tepat.
Autocrine: bila sel yang mendapatkan sinyal adalah dirinya sendiri (memproduksi sekaligus menghasilkan reseptor spesifik terhadap sinyal tersebut).

Letak reseptor terkait dengan molekul sinyalnya. Bila molekul sinyal mampu menembus membrane (larut dalam lemak) maka reseptornya ada di sel itu sendiri. Tetapi bila molekul sinyalnya tidak larut dalam lemak (larut dalam air) sehingga tidak mampu menembus sehingga reseptornya ada di permukaan.

Beberapa molekul sinyal larut dalam lemak yang bisa masuk ke dalam sel (semua yang larut dalam lemak) yang bisa menembus membrane dan diterima reseptor intraselular misalnya: reseptor cortisol, testosterone, progesterone, vit. D, hormone tyroid, asam retinoic.

Beberapa reseptor intraseluler tersebut memiliki persamaan yaitu sama-sama memiliki DNA-binding domain (memiliki daerah pada protein/urutan AA yang bisa mengenali daerah pada DNA). Sehingga reseptor intraseluler semuanya bisa berikatan dengan DNA. Selain memiliki spesifitas terhadap sinyal, mereka juga memiliki ciri bisa mengenali region pada DNA. Ada daerah yang bisa mengenali ligan secara spesifik, pada ujung karboksil, ada daerah yang bisa mengenali DNA yang bisa berikatan dengan DNA dan ada daerah yang mengaktifkan (membantu pengaktifan factor transkripsi yang lain). Dalam keadaan tidak aktif maka reseptor akan diikat oleh protein inhibitor yang akan mengikat reseptor sehingga molekul menjadi besar sehingga tidak mampu masuk untuk mengenali daerah pada DNA. Ketika ligan datang dan menempel, maka protein inhibitor akan lepas sehingga DNA binding domain bisa menempel pada DNA dan mulai membantu proses transkripsi (mis. hormone steroid).

Hormon tiroid diterima reseptor --> reseptor akan memicu aktifitas gen yg bisa diinduksi --> gen akan menginduksi sintesis protein.

Gen bisa disebut primary respons karena gen yg diproduksi selektif dan akan berfungsi sbg factor transkripsi yang akan menginduksi respon dari gen lain. Mekanisme umpan baliknya mereka akan menghambat produksi dirinya sendiri dan memicu ekspresi gen yang lain.

Sumber : Molecular Biology of the cell Fifth Edition 2008

Diterbitkan di: 23 Nopember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    salah satu ciri dari reseptor yang ada di dalam sel Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    4 jenis siknal interseluler pada sel? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    1. Endocrine 2. Paracrine 3. Synaptic 4. Contact-Dependent 01 Juni 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.