Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Nyeri Saat MENELAN, Awas DIPTERI

oleh: encik     Pengarang : Jawa Pos cetak
ª
 
Proses penularan penyakit dipteri dapat terjadi melalui percikan ludah dari orang yang terinfeksi bakteri kepada orang sehat. Atau bisa juga melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.

Dipteri merupakan suatu infeksi akut pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Corinebacterium. Sebenarnya, penyakit dipteri bisa menyerang siapa saja dan segala usia, namun demikian kebanyakan dipteri menyerang usia anak-anak. Dipteri paling parah mengenal usia di bawah lima tahun dan orang dewasa di atas 60 tahun. Dipteri bisa menjadi wabah karena menular dan proses penularannya termasuk cepat.

Proses penularan dapat terjadi melalui percikan ludah dari orang yang terinfeksi bakteri kepada orang sehat. Atau bisa juga melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Bahkan tidak jarang racun menyerang kulit kemudian merusak saraf dan jantung.

Berdasarkan tingkat keparahannya, infeksi dipteri dikatakan masih ringan jika pseudomembran hanya terdapat di mukosa hidung dengan gejala yang ditunjukkan yaitu nyeri menelan saja kemudian infeksi dipteri pada tahap sedang bila pseudomembran telah menyerang sampai faring atau dinding belakang rongga mulut hingga menimbulkan pembengkakan pada laring. Sedangkan infeksi dipteri berat terjadi jika terdapat sumbatan nafas yang berat disertai dengan gejala komplikasi seperti radang pada otot jantung, kelemahan anggauta gerak atau radang pada ginjal.

Dipteri termasuk penyakit saluran pernapasan bagian atas. Untuk itu, anak-anak yang terserang dipteri akan menunjukkan gejala-gejala infeksi saluran pernapasan atas pada dua hari atau empat hari setelah terinfeksi. Beberapa gejala tersebut yaitu dengan biasa sampai tinggi, nyeri telan, pusing dan terlihat selapur berwarna putih keabu-abuan yang dinamakan pseudomembran. Selain itu, pasien juga sering mengeluhkan pegal-pegal di seluruh tubuhnya.

Nyeri telan pada pasien dipteri berbeda dengan nyeri telan pada radang tenggorokan. Pasien dipteri juga akan mengalami suara serak. Sedangkan batuk bisa saja terjadi pada pasien dipteri, namun tidak selalu ada dan bukan gejala utama.

Gejala
Gejala-gejala yang muncul pada penderita dipteri muncul karena racun dari bakteri penyebab dipteri. Jika tidak segera diobati, maka racun tersebut bisa menyebabkan peradangan pada jaringan saluran napas bagian atas sehingga sel-sel jaringan yang mati bersama dengan sel-sel radang akan membentuk suatu membran atau lapisan yang dapat mengganggu jalan masuknya pernapasan. Lapisan tersebutlah yang disebut dengan pseudomembran dan dapat terlihat . Bila lapisan tersebut muncul, maka gejalanya yakni anak menjadi sulit bernapas. Lalu apabila lapisan terbentuk terus menerus, lama kelamaan akan menutup saluran napas lebih ke bawah sehingga menyebabkan anak tidak dapat bernapas. Dan akhirnya akan berakibat fatal karena mampu memicu kematian jika tidak segerra ditangani dengan tepat.

Pada prinsipnya, jika telah menunjukkan gejala dipteri, sebaiknya pasien segera dibawa ke Rumah Sakit untuk diperiksa dan dirawat. Gejala demam pada penyakit dipteri mungkin saja sama dengan gejala penyakit lain. Hanya saja, jika demam tidak membaik dengan obat penurun panas selama satu hari sampai dua hari, maka sebaiknya segera dibawa ke RS.

Beberapa anak atau orang yang beresiko terkena dipteri adalah anak tanpa vaksinasi DPT, anak atau orang dengan status gizi kurang, serta mereka yang tinggal di lingkungan perkampungan padat dan kumuh. Kemudian siapa saja yang pergi ke tempat endemik dipteri juga memiliki resiko terkena dipteri. Terlebih bagi orang yang mempunyai masalah dengan sistem kekebalannya, menjadi faktor resiko dipteri lainnya.

Dipteri termasuk penyakit umum pada anak-anak. Selain dapat diobati, dipteri juga dapat dicegah. Namun penanganan yang lambat akan berakibat buruk pada pasien. Maka dari itu, sebaiknya setiap gejala demam pada anak tidak diremehkan. Bila tidak dirawat dengan baik, maka bisa menyerang jantung dan ginjal. Pada kondisi tersebut penyakit sudah dikategorikan berat.
Diterbitkan di: 01 Januari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.