Ada beberapa jenis media pengajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar, antara lain :
a. Media Grafis
Media grafis adalah media visual. Dalam media ini, pasan yang akan
disampaikan dapat dituangkan dalam bentuk simbol. Oleh karena itu
simbol-simbol yang digunakan perlu difahami benar artinya, agar dalam
penyampaian materi dalam proses belajar mengajar dapat berhasil secara
efektif dan efisien.
Media grafis berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide,
mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan
apabila tidak digrafiskan, misalnya: pelaksanaan shalat atau tentang
konsep sifat wajib, mustahil bagi Allah, dan konsep lainnya.
Media grafis selain sederhana dan mudah pembuatannya, media grafis juga
termasuk media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya. Adapun
jenis-jenis media grafis, antara lain:
Media gambar adalah media yang paling umum dipakai. Gambar/Foto
merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati di
mana-mana. Sebagaimana pepatah Cina mengatakan “sebuah gambar berbicara
lebih banyak daripada seribu bahasa”. Dalam penggunaan media
pembelajaran ini, gambarnya harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin
dicapai.
Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draf kasar yang melukiskan
bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Karena setiap orang yang normal
dapat diajar menggambar, maka setiap guru yang baik haruslah dapat
menuangkan ide-idenya dalam bentuk sketsa. Sketsa, selain dapat menarik
perhatian siswa, menghindari verbalisme dan dapat memperjelas
penyampaian pesan, harganya pun tak perlu dipersoalkan karena media
dibuat guru langsung.
Diagram adalah suatu gambar sederhana yang dirancang untuk menggambarkan
hubungan timbal balik, yang menggunakan garis-garis dan simbol-simbol.
Diagram biasanya menggambarkan struktur dari obyeknya secara garis
besar, menunjukkan hubungan yang ada antar komponennya atau sifat-sifat
proses yang ada di situ.
Bagan seperti halnya media grafis yang lain yaitu termasuk media visual.
Fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang
sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual.
Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu
presentasi. Pesan yang disampaikan biasanya berupa ringkasan visual
suatu proses, perkembangan atau hubungan-hubungan penting.
Grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, grafis atau
gambar. Untuk melengkapinya seringkali simbol-simbol verbal digunakan
pula di situ. Fungsinya adalah untuk menggambarkan data secara
kuantitatif dan teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan
sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan
jelas.
Kartun sebagai salah satu bentuk komunikasi grafis, yaitu suatu gambar
interpretatife yang digunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu
pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang
situasi, atau kejadian-kejadian tertentu. Kemampuannya besar sekali
untuk menarik perhatian, mempengaruhi sikap atau tingkah laku. Kartun
biasanya hanya menangkap esensi pesan yang harus disampaikan dan
menuangkannya ke dalam gambar sederhana, tanpa detail menggunakan
simbol-simbol serta karakter yang mudah dikenal dan dipahami dengan
cepat.
b. Media Audio
Media audio berbeda dengan media grafis, media audio berkaitan dengan
indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam
lambang-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal. Ada beberapa
jenis media yang dapat dikelompokkan dalam media audio, antara lain:
Radio adalah media audio yang programnya dapat direkam dan diputar
sesuka kita. Media ini relatif murah dan variasi progamnya lebih banyak
dan bisa dipindah-pindah dan dapat digunakan bersama-sama.
- Alat Perekam Pita Magnetic (tape recorder)
Alat perekam pita magnetic atau tape recorder adalah salah satu media
pembelajaran yang tidak dapat diabaikan untuk menyampaikan informasi,
karena mudah menggunakannya.
Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengar dan
berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran
yang disiapkan sebelumnya. Media ini yang dipakai adalah alat perkam.
Media proyeksi diam (still proyektif medium) mempunyai persamaan dengan
media grafis dalam arti menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Untuk
itu bahan-bahan grafis banyak sekali dipakai dalam media proyeksi diam.
Perbedaan antara media grafis dan proyeksi diam, yaitu pada media
grafis dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media
bersangkutan, pada media proyeksi diam pesan yang terkandung di
dalamnya harus diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat oleh
sasaran. Dalam proyeksi diam ini semua menggunakan transparan yang
kemudian diproyeksikan menggunakan proyektor.