Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Gampang Pingsan Bukan Berarti Lemah Jantung

oleh: DanurPamungkas     Pengarang : Ecep Haryadi
ª
 
Orang yang mudah pingsan , tidak selalu berkaitan dengan lemah jantung , karena hal tersebut tidak hanya disebabkan oleh faktor jantung kita kurang beres, melainkan bisa juga disebabkan oleh faktor dari luar.

Menurut para ahli, sebagian besar orang yang mengalami pingsan yang disebabkan bukan karena lemahnya jantung orang tersebut, disebabkan oleh hipersensitifitas Nerve vagus.

Vagus adalah merupakan saraf otak yang sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak jantung manusia.

Pada orang yang sensitif bahkan hipersensitif,maka kekuatan konstraksi yang semakin bertambah justru akan mengaktifkan reseptor mekanik pada dinding bilik jantung kiri , sehingga apa yang terjadi kemudian? Frekuensi detak jantung akan menjadi lambat, pembuluh darah tepi melebar, dan kemudian terjadi tekanan darah rendah sehingga aliran darah ke susunan saraf menjadi terganggu. Disinilah sinkop yang merupakan salah satu pencerminan hipersensitivitas vagus terjadi.

Hindari Penggunaan Baju Ketat

Dengan uraian di atas, sering jatuh pingsannya seseorang bukan semata disebabkan oleh lemahnya jantung, namun bisa juga terjadi karena faktor luar. Dalam konteks hipersensitiftas vagus bisa juga terjadi berupa sinkop sinus karotis, yakni jatuh pingsan yang terjadi saat menoleh mendadak.

menoleh mendadak bisa jadi merupakan gangguan ketika Anda menggunakan kerah yang ketat dan terlalu tinggi. Pemakaian kerah yang ketat akan menyebabkan penekanan pada sinus karotis yang berada di leher agak depan. Lebih parahnya lagi, kondisi demikian bisa menyebabkan detak jantung menjadi lambat dan menimbulkan sinkop.

Untuk mencegah melambatnya detak jantung dan sinkop maka usahakan supaya Anda tidak menggunakan pakaian yang memiliki kerah ketat dan terlalu tinggi. Selain itu, usahakan juga untuk tidak memijat bagian leher yang bisa menyebabkan tekanan pada sinus karotis.

Untuk mencegah sinkop yang disebabkan bukan oleh kelainan jantung, maka bisa disiasati dengan banyak melakukan olahraga secara regular seperti bersepeda, jogging, berenang, dan lainnya. Namun demikian, jika sinkop disebabkan oleh adanya kelainan jantung yang diderita seseorang maka dianjurkan untuk sesegera mungkin berkonsultasi ke dokter jantung untuk mendapatkan tindakan yang tepat dan menghindari resiko yang lebih parah.

Deteksi dini terhadap suatu penyakit akan relatif lebih mudah untuk disembuhkan dan ditangani . Jaga kondisi tubuh anda baik dari luar maupun dalam .


Diterbitkan di: 19 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.