Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Vaksin

oleh: nawazir    
ª
 
Vaksin adalah suatu persiapan biologis yang meningkatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksin biasanya berisi agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit, dan sering dibuat dari bentuk-bentuk lemah atau membunuh mikroba tersebut contohnya racun atau salah satu protein permukaannya. Agen perangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali agen sebagai asing, menghancurkannya, dan "mengingat" itu, sehingga sistem kekebalan tubuh dapat lebih mudah mengenali dan menghancurkan salah satu mikroorganisme.

Vaksin dapat berupa profilaksis (contoh: untuk mencegah atau memperbaiki efek dari infeksi masa depan oleh patogen "liar" alami atau), atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker juga sedang diselidiki).

Vaksin diciptakan dari tahun 1796 yang digunakan Edward Jenner untuk cacar sapi (Latin variola vaccinia, diadaptasi dari bahasa Latin Vaksin-kita, dari Vacca, sapi), untuk menyuntik manusia, memberikan mereka perlindungan terhadap cacar.

Vaksin tidak menjamin perlindungan penuh terhadap penyakit. Kadang-kadang, hal ini terjadi karena sistem kekebalan inangnya tidak merespon secara memadai atau sama sekali. Hal ini mungkin karena menurunkan kekebalan pada umumnya (diabetes, penggunaan steroid, infeksi HIV, usia) atau karena sistem kekebalan inang tidak memiliki sel B mampu menghasilkan antibodi terhadap antigen itu.

Bahkan jika host yang mengembangkan antibodi, sistem kekebalan tubuh manusia tidak sempurna dan dalam hal apapun sistem kekebalan tubuh mungkin masih tidak dapat mengalahkan infeksi dengan cepat. Dalam hal ini, infeksi akan lebih parah dan lebih cepat sembuh.

Adjuvant biasanya digunakan untuk meningkatkan respon kekebalan. Paling sering adjuvant aluminium digunakan, tetapi adjuvant seperti squalene juga digunakan dalam beberapa vaksin dan vaksin lebih dengan adjuvant squalene dan fosfat sedang diuji. Dosis yang lebih besar digunakan dalam beberapa kasus untuk orang tua (50-75 tahun ke atas), yang imun respon terhadap vaksin yang diberikan tidaklah kuat.
Diterbitkan di: 14 April, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sebutkan fungsi vaksin Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sebutkan 3 pemindahan materi genetik? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sps keuntungan ajuvan alumunium hidroksida dibandingkan dg ajuvan lainnya? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.