KOMPAS.com - Makanlah
sebutir apel setiap hari dan dokter pun pergi. Itulah nasihat kuno yang
sudah ada sejak 150 tahun lalu dan masih tetap relevan sampai saat ini.
Sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat kembali mengungkap
kebenaran nasihat tersebut. Studi menunjukkan, apel dapat membantu
menurunkan kadar kolesterol jahat dan membantu menurunkan berat badan.
Dalam sebuah studi selama setahun terhadap 160 wanita pascamenopause
yang rutin mengonsumsi apel, ternyata tubuh mereka lebih sehat. Para
responden dibagi dalam dua kelompok, yakni pemakan apel segar dan
pemakan apel yang sudah dikeringkan.
Setelah rutin makan apel
segar selama 6 bulan, kadar kolesterol jahat (LDL) mereka turun hingga
23 persen. Pada saat yang sama, kadar kolesterol baik (HDL) naik sampai 4
persen.
Sementara itu, wanita dari kelompok pemakan apel kering
yang mengasup sekitar 75 gram setiap hari, berat badan mereka rata-rata
berkurang. Kadar protein C-reaktif (penanda adanya peradangan dalam
tubuh) dan penanda risiko penyakit jantungnya juga turun.
Ilmuwan
dari Florida State University menjelaskan, apel mengandung pektin yang
meningkatkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme lemak. Apel juga kaya
akan polifenol yang menghambat produksi molekul inflamasi.
KOMPAS.com - Makanlah
sebutir apel setiap hari dan dokter pun pergi. Itulah nasihat kuno yang
sudah ada sejak 150 tahun lalu dan masih tetap relevan sampai saat ini.
Sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat kembali mengungkap
kebenaran nasihat tersebut. Studi menunjukkan, apel dapat membantu
menurunkan kadar kolesterol jahat dan membantu menurunkan berat badan.
Dalam sebuah studi selama setahun terhadap 160 wanita pascamenopause
yang rutin mengonsumsi apel, ternyata tubuh mereka lebih sehat. Para
responden dibagi dalam dua kelompok, yakni pemakan apel segar dan
pemakan apel yang sudah dikeringkan.
Setelah rutin makan apel
segar selama 6 bulan, kadar kolesterol jahat (LDL) mereka turun hingga
23 persen. Pada saat yang sama, kadar kolesterol baik (HDL) naik sampai 4
persen.
Sementara itu, wanita dari kelompok pemakan apel kering
yang mengasup sekitar 75 gram setiap hari, berat badan mereka rata-rata
berkurang. Kadar protein C-reaktif (penanda adanya peradangan dalam
tubuh) dan penanda risiko penyakit jantungnya juga turun.
Ilmuwan
dari Florida State University menjelaskan, apel mengandung pektin yang
meningkatkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme lemak. Apel juga kaya
akan polifenol yang menghambat produksi molekul inflamasi.